Mengenal Keteladanan Nabi dalam Perspektif Ekoteologi Islam
- 28 Agt 2026 22:41 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya -Islam mengajarkan bahwa alam merupakan ciptaan Allah yang harus dijaga dan dikelola dengan penuh tanggung jawab. Air, pohon, sungai, ikan, hutan, tanah, dan seluruh unsur alam bukanlah benda mati yang dapat diperlakukan sesuka hati. Hal itu disampaikan Ahmad Faruqi, S.Kom.I dalam program Mimbar Agama Islam Pro1 RRI Palangka Raya, Kamis, 27 Agustus 2026.
Ahmad Faruqi menjelaskan, manusia memiliki amanah sebagai khalifah di bumi sebagaimana ditegaskan Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 30. Menurutnya, sebagai pemegang amanah, manusia tidak dibenarkan merusak lingkungan yang telah dipercayakan Allah.
"Kalau seseorang dititipi rumah oleh orang lain kemudian rumah itu dibakar, dindingnya dirusak, dicemari dan halaman dipenuhi sampah, tentu orang tersebut telah mengkhianati amanah. Demikian pula bumi atau alam kita ini adalah amanah Allah," ujarnya.
Ia menambahkan, Allah juga memberikan peringatan dalam Surah Al-A'raf ayat 56 agar manusia tidak membuat kerusakan di muka bumi. Kerusakan lingkungan, menurutnya, pada akhirnya akan kembali dirasakan manusia. Penebangan hutan tanpa kendali dapat menyebabkan banjir dan longsor, sungai yang dipenuhi sampah memicu banjir, sementara pembakaran hutan dan pencemaran udara dapat menimbulkan kabut asap serta berbagai gangguan kesehatan.
| Baca juga: Cara Mengurangi Rasa Kecintaan pada Dunia |
Dalam perspektif ekoteologi Islam, perilaku manusia memiliki konsekuensi ekologis. "Ketika kita membuang sampah sembarangan dengan berpikir, 'ah, cuma satu bungkus', kalau ribuan manusia berpikir seperti itu, satu bungkus menjadi ribuan bungkus. Ketika seseorang menebang satu pohon tanpa menanam kembali mungkin terlihat kecil, tapi jika dilakukan ribuan orang, hutan berubah menjadi lahan gundul. Di sinilah ekoteologi bekerja," katanya.
Ia kemudian mengajak umat Islam meneladani Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam merawat alam, salah satunya melalui kebiasaan menanam pohon. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar persoalan sosial, tetapi juga bagian dari ibadah dan amal kebaikan.
"Salah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan oleh manusia atau hewan atau burung, kecuali hal itu menjadi sedekah baginya," demikian hadis yang disampaikan dalam kajian tersebut dan diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Keteladanan Nabi tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari amanah keagamaan. Karena itu, masyarakat diajak membangun kepedulian melalui tindakan sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga sungai, menanam serta merawat pohon, dan menggunakan sumber daya alam secara bijaksana demi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....