Memaknai Doa dan Keinginan dalam Islam
- 18 Agt 2026 16:35 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Setiap manusia tentu memiliki keinginan dan harapan yang disampaikan melalui doa. Namun, dalam Islam, seorang muslim perlu memahami bahwa jawaban Allah tidak selalu datang sesuai dengan bentuk dan waktu yang diinginkan. Hal tersebut disampaikan Ahmad Hanafi, S.E.I., M.E., dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Palangka Raya, Selasa, 18 Agustus 2026.
Ahmad Hanafi menjelaskan, manusia terkadang menentukan sendiri bagaimana Allah harus menjawab doanya. Padahal, Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
| Baca juga: Memaknai Semangat Baru di Tahun Baru Hijriah |
Karena itu, tidak diberikannya sesuatu yang diinginkan bukan berarti doa tidak dikabulkan, melainkan bisa jadi Allah memberikan sesuatu yang lebih dibutuhkan. “Boleh jadi Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan karena Allah sudah memberikan apa yang sebenarnya kita perlukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, waktu manusia tidak selalu sama dengan waktu yang telah Allah tetapkan. Dalam proses menunggu jawaban doa, Allah bisa saja sedang mempersiapkan seseorang agar mampu menerima apa yang dimintanya. Keinginan untuk sukses, misalnya, dapat diiringi proses pembentukan kedisiplinan, kesabaran, kemampuan mengelola sesuatu, hingga kesiapan menghadapi tanggung jawab.
| Baca juga: Syarat agar Khusyuk dalam Shalat |
Selain bersabar dan berbaik sangka kepada Allah, umat Islam juga perlu melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. Ahmad Hanafi mengingatkan pentingnya memperhatikan sumber makanan, pakaian, dan rezeki yang diperoleh. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang seseorang yang berdoa, tetapi makanan dan kehidupannya berasal dari sesuatu yang haram, sehingga hal tersebut menjadi penghalang bagi terkabulnya doa.
Menurutnya, doa juga harus berjalan bersama ikhtiar. Memohon pekerjaan harus disertai usaha mencari peluang dan meningkatkan kemampuan. Meminta usaha berkembang harus dibarengi dengan perbaikan kualitas dan pelayanan, sementara memohon kesehatan perlu disertai pola hidup yang baik.
“Doa dan ikhtiar itu harus bersama, harus berjalan bersama. Kita berusaha semaksimal mungkin dengan kemampuan, kemudian hasil akhirnya kita serahkan kepada Allah,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....