Memahami Cara Kembali kepada Al-Qur'an dan Hadist

  • 04 Agt 2026 08:06 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Al-Qur'an dan hadis merupakan pedoman utama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan, bukan hanya dibaca pada momen tertentu seperti Ramadan, tetapi dipahami dan diamalkan dalam aktivitas sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Ahmad Hanafi, S.E.I., M.E. dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Palangka Raya, Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurut Ahmad Hanafi, Al-Qur'an harus menjadi standar hidup yang mengarahkan manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Ia mengingatkan, membaca Al-Qur'an tidak cukup sebatas melafalkan ayat, tetapi juga harus memahami maknanya dan menerapkannya dalam perilaku, seperti bersikap jujur, sabar, serta menjauhi fitnah. Rasulullah juga menjelaskan bahwa Al-Qur'an akan menjadi pemberi syafaat bagi orang yang rajin membacanya dan mengamalkannya.

Ia menegaskan, memahami Al-Qur'an dan hadis tidak berarti setiap orang bebas menafsirkan keduanya berdasarkan pemikiran sendiri. Menurutnya, umat Islam perlu merujuk kepada ulama atau orang yang memiliki ilmu agama ketika menemui persoalan yang belum dipahami. "Boleh membaca Al-Qur'an beserta terjemahannya, tetapi untuk penafsiran yang lebih dalam tetap perlu bertanya kepada ahlinya karena kita memiliki keterbatasan ilmu," ujarnya.

Ahmad Hanafi juga menjelaskan bahwa mengikuti sunnah Rasulullah bukan hanya mencontoh tata cara ibadah, tetapi juga meneladani akhlaknya, seperti amanah, kasih sayang, kejujuran, kesabaran, dan kebijaksanaan. Menurutnya, semakin dekat seseorang kepada sunnah Nabi, maka semakin baik pula perilaku dan hubungan sosialnya, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat.

Di era digital, ia mengingatkan masyarakat agar bijak menyebarkan informasi keagamaan di media sosial. Sebelum membagikan ayat Al-Qur'an atau hadis, sumbernya harus dipastikan benar dan penjelasannya sesuai dengan keterangan para ulama. "Jangan tergesa-gesa menyebarkan pesan agama sebelum memeriksa kebenaran sumbernya. Media sosial memudahkan dakwah, tetapi juga menuntut tanggung jawab yang besar," katanya.

Menutup tausiahnya, Ahmad Hanafi menegaskan bahwa ketaatan kepada Allah dan Rasul menjadi landasan utama dalam kehidupan seorang muslim. Sementara itu, ketaatan kepada pemerintah juga wajib dilakukan selama tidak bertentangan dengan syariat Islam, sehingga kehidupan beragama dan berbangsa dapat berjalan selaras dalam bingkai nilai-nilai kebaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....