Memahami Makna Pencuri Shalat
- 07 Jun 2026 19:27 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Shalat bukan sekadar rangkaian gerakan yang dilakukan untuk menggugurkan kewajiban, tetapi ibadah yang harus dijalankan dengan penuh ketenangan dan kesempurnaan. Hal tersebut disampaikan Mujibah, S.Ag dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Palangka Raya, Minggu, 7 Juni 2026.
Menurut Mujibah, salah satu unsur penting dalam shalat adalah tuma’ninah, yaitu ketenangan pada setiap gerakan shalat hingga posisi tubuh benar-benar sempurna sebelum berpindah ke gerakan berikutnya. Tuma’ninah dalam ruku dan sujud ditandai dengan lurusnya tulang punggung serta tidak dilakukan secara tergesa-gesa.
Ia menjelaskan, orang yang terburu-buru dalam shalat hingga tidak menyempurnakan ruku dan sujud termasuk dalam peringatan Rasulullah SAW tentang “pencuri shalat”. “Sejahat-jahat pencuri adalah orang yang mencuri dari shalatnya sendiri, yaitu mereka yang tidak menyempurnakan ruku dan sujud,” ujarnya.
Mujibah mengutip kisah seorang sahabat yang diperintahkan Rasulullah SAW mengulangi shalatnya hingga tiga kali karena belum melaksanakannya dengan benar. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah menegaskan agar setiap gerakan shalat dilakukan dengan sempurna dan disertai tuma’ninah sebelum beralih ke gerakan berikutnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa shalat merupakan ibadah yang sangat agung karena menjadi rukun Islam kedua dan tiang agama. Shalat juga menjadi amal pertama yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT, sehingga pelaksanaannya tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.
“Semakin bertambah usia, hendaknya kita semakin berhati-hati dalam menjaga kualitas shalat. Jangan sampai kita termasuk orang yang mencuri dari shalatnya sendiri dengan mengabaikan kesempurnaan gerakan dan tuma’ninah dalam beribadah,” kata Mujibah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....