Pelestarian Budaya Lokal Dinilai Efektif Perkuat Nilai Pancasila

  • 06 Jun 2026 21:28 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pelestarian budaya lokal dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi. Budaya daerah tidak hanya berfungsi sebagai identitas masyarakat, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai persatuan, toleransi, gotong royong, dan kebersamaan.

Di Kalimantan Tengah, falsafah Huma Betang menjadi contoh nyata penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Falsafah ini mencerminkan kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.

Kepala SDN 8 Palangka Raya sekaligus Pengurus Komunitas Pecinta Sejarah Budaya Kalimantan Tengah, Eny Oktavia, mengatakan nilai-nilai Pancasila memiliki keterkaitan yang erat dengan budaya masyarakat Kalimantan Tengah. Menurutnya, keberagaman budaya yang ada justru menjadi kekuatan dalam mempererat persatuan dan kebersamaan.

Eny menjelaskan bahwa nilai kebangsaan dan budaya daerah saling melengkapi dalam kehidupan bermasyarakat. Keberagaman adat istiadat yang dimiliki masyarakat Kalimantan Tengah tidak menghilangkan identitas budaya, tetapi semakin memperkaya semangat persatuan.

“Falsafah Huma Betang mengajarkan masyarakat untuk hidup berdampingan secara harmonis dalam keberagaman. Nilai-nilai tersebut hingga kini masih terlihat dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah yang menjunjung kebersamaan dan toleransi,” ujarnya, saat menjadi narasumber Obrolan Komunitas di Pro 1 RRI Palangka Raya, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, penanaman nilai Pancasila kepada generasi muda tidak cukup dilakukan melalui hafalan semata. Nilai-nilai tersebut perlu diterapkan melalui pendidikan karakter, budaya sekolah, serta berbagai kegiatan yang menumbuhkan sikap disiplin, toleransi, dan gotong royong.

Sementara itu, Guru Sejarah sekaligus Pengurus Komunitas Pecinta Sejarah Budaya Kalimantan Tengah, Eka Olivia, menilai sejarah dan budaya lokal memiliki peran penting dalam memperkuat rasa kebangsaan generasi muda. Pemahaman terhadap budaya daerah dapat membantu generasi muda mengenal akar identitas bangsa dan memahami makna Pancasila secara lebih mendalam.

Menurut Eka, sejarah budaya lokal merupakan bagian penting yang membentuk sejarah nasional Indonesia. Oleh karena itu, generasi muda perlu memahami dan menghargai budaya daerah sebagai fondasi dalam membangun karakter kebangsaan.

Eka juga menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi digital. Melalui konten kreatif dan edukatif di media sosial, budaya daerah dapat diperkenalkan kepada generasi muda agar tetap relevan dan menarik di tengah kuatnya pengaruh budaya global.

Melalui peran pendidikan, keluarga, komunitas, dan dukungan berbagai pihak, nilai-nilai Pancasila diharapkan terus hidup dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, tetapi juga berkarakter, mencintai budaya daerah, serta mampu menjaga identitas bangsa di era globalisasi. (Prayoga)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....