Memaknai Bulan Dzulhijah dalam Kehidupan Muslim

  • 17 Mei 2026 05:30 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID,Palangka Raya - Bulan Dzulhijah menjadi salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam yang penuh dengan keutamaan dan peluang memperbanyak amal ibadah. Hal tersebut disampaikan oleh Heldayani, S.H.I dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Palangka Raya, Minggu, 17 Mei 2026.

Menurut Heldayani, bulan Dzulhijah termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah . Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan meningkatkan kualitas ibadah dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

“Dzulhijjah kemudian kata Allah itulah ketetapan agama yang lurus. Di bulan ini juga Allah menetapkan agama Islam sebagai agama yang lurus dan sempurna,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Allah melarang manusia menzalimi diri sendiri pada bulan-bulan haram, termasuk Dzulhijah. Larangan tersebut dimaknai dengan menjauhi segala perbuatan dosa dan memperbanyak amal saleh.

“Kita dianjurkan untuk meningkatkan segala amal ibadah kita di bulan ini karena segala amal ibadah akan dilipatgandakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Begitu juga sebaliknya, setiap dosa dan maksiat yang dilakukan pada bulan haram maka dosanya juga dilipatgandakan,” ucapnya.

Heldayani menambahkan, umat Islam hendaknya memanfaatkan momentum Dzulhijah untuk memperbanyak ibadah seperti salat sunah, sedekah, dzikir, dan membaca Al-Qur’an, terutama pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah yang disebut sebagai hari-hari terbaik.

Rasulullah SAW, lanjutnya, menyebut amal saleh pada sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih dicintai Allah dibanding hari-hari lainnya. Bahkan para sahabat pernah bertanya apakah keutamaannya melebihi jihad di jalan Allah, dan Rasulullah menjawab bahwa keutamaannya sangat besar kecuali bagi orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya hingga gugur syahid.

“Karena itu umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti salat sunat, sedekah, dzikir, membaca Al-Qur’an. Dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah merupakan hari-hari terbaik dibanding hari-hari lainnya,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan tentang anjuran memperbanyak bacaan tahlil, tahmid, dan takbir selama bulan Dzulhijah.“Perbanyaklah tahlil, tahmid, dan takbir. Tahlil itu la ilaha illallah, takbir Allahu Akbar, dan tahmid Alhamdulillah,” ucapnya.

Heldayani juga menyampaikan keistimewaan sepuluh malam pertama Dzulhijah yang disebut dalam Al-Qur’an Surah Al-Fajr ayat 1-2. “Mayoritas ulama tafsir sepakat bahwa malam yang sepuluh dalam Surah Al-Fajr adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, sesuatu yang agung dan sangat bernilai,” katanya.

Tak hanya itu, bulan Dzulhijah juga menjadi momentum penyempurnaan agama Islam sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Maidah ayat 3. Pada bulan ini pula umat Islam melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketakwaan dan kepedulian sosial.

“Bulan Dzulhijjah adalah bulan ibadah kurban, karena tidak ada bulan lain yang Allah perintahkan untuk berkurban selain di bulan Dzulhijjah,” ucapnya. Di akhir tausiyah, Heldayani mengingatkan pentingnya memanfaatkan bulan Dzulhijah dalam kehidupan seorang Muslim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....