Mengenal Jenis Rezeki dalam Islam
- 27 Apr 2026 06:48 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemahaman tentang rezeki dalam Islam tidak hanya terbatas pada harta kekayaan semata. Hal ini disampaikan oleh H.M. Ansori, S.Sos.I., M.Pd dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Palangka Raya, Senin, 27 April 2026.
Dalam tausiyahnya, ia mengutip pandangan ulama besar, Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Syarawi (1911–1998), yang menjelaskan bahwa rezeki memiliki beberapa tingkatan yang sering kali belum dipahami secara utuh oleh manusia. “Menurut Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Syarawi, ada empat jenis rezeki", ucapnya.
"Kebanyakan manusia hanya memahami rezeki itu sebatas harta kekayaan yang bersifat dunia,” ujarnya. Ia menjelaskan, rezeki yang paling rendah adalah harta kekayaan.
| Baca juga: Memahami Arti dan Makna Iduladha |
Meski penting dalam kehidupan, harta bukanlah satu-satunya ukuran keberkahan hidup. Selanjutnya, rezeki yang lebih tinggi adalah anak yang sholeh dan sholehah.
Anak yang taat kepada Allah dan Rasul, berbakti kepada orang tua, serta bertakwa menjadi salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. “Anak yang sholeh merupakan amal jariyah yang akan terus mengalirkan pahala bagi orang tuanya, bahkan setelah mereka wafat,” katanya.
Jenis rezeki berikutnya adalah kesehatan yang afiat. Ia menekankan bahwa kesehatan sering kali dianggap sepele, padahal merupakan anugerah penting yang menunjang seluruh aktivitas kehidupan manusia.
| Baca juga: Cara Memaknai Jalur Rezeki dalam Islam |
Adapun rezeki yang paling sempurna adalah ridho Allah. Tanpa keridhoan-Nya, segala bentuk rezeki yang diperoleh di dunia tidak akan memberikan makna, baik di dunia maupun di akhirat.
“Rezeki yang paling utama adalah ketika Allah meridhai kita. Tanpa itu, semua yang kita miliki bisa menjadi sia-sia,” ucapnya.
Di akhir penyampaiannya, ia mengajak umat Islam untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT, baik berupa harta, anak yang sholeh, kesehatan, maupun keridhoan-Nya. “Intinya kita harus menghargai dan bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta tidak hanya memahami, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....