Ciri-ciri Lemahnya Iman dalam Islam
- 13 Apr 2026 05:25 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Lemahnya iman dalam diri seseorang dapat dikenali melalui berbagai tanda yang tampak dalam perilaku sehari-hari. Hal ini disampaikan oleh H.M. Ansori, S.Sos.I., M.Pd dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Palangka Raya, Senin, 13 April 2026.
Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa inti dari lemahnya iman adalah ketika seseorang tidak lagi memiliki dorongan kuat untuk memahami dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan. “Artinya tidak ada lagi keimanan dalam dirinya untuk memahami tentang lemahnya iman seseorang,” ujarnya.
Ia kemudian memaparkan beberapa ciri utama orang yang lemah imannya. Ciri pertama adalah rasa malas dalam melaksanakan ibadah, terutama salat. Menurutnya, hal ini bisa terlihat ketika seseorang mendengar azan, namun tidak tergerak untuk segera memenuhi panggilan tersebut.
| Baca juga: Memahami Arti dan Makna Iduladha |
“Ketika mendengarkan azan, orang yang lemah imannya akan malas untuk mengerjakan salat. Bahkan ada yang merasa terganggu dengan suara azan karena dianggap mengganggu istirahat dan ketenangannya,” ucapnya.
Ia menambahkan, kondisi ini telah digambarkan dalam Al-Qur’an, Surah An-Nisa ayat 142, yang menyebutkan bahwa orang munafik mendirikan salat dengan rasa malas dan tanpa semangat. Berbeda dengan orang yang kuat imannya, yang justru bersegera dalam beribadah dan melakukan kebaikan, sebagaimana terkandung dalam firman Allah.
Ciri kedua, lanjutnya, adalah sering melakukan perbuatan dosa dan kemaksiatan. Orang yang lemah iman akan lebih mudah terjerumus dalam perilaku yang melanggar ajaran agama karena tidak memiliki benteng keimanan yang kuat.
Sementara ciri ketiga adalah sikap tidak peduli terhadap kemaksiatan di sekitarnya. Orang dengan iman yang lemah tidak merasa risih atau terganggu ketika melihat perbuatan dosa, bahkan dalam beberapa kasus justru menikmatinya.
“Dia cuek, tidak peduli. Bahkan terkadang justru menikmati kemaksiatan tersebut,” ucapnya.Kemudian yang keempat adalah malas membaca dan mempelajari Al Qur'an serta enggan berzikir.
Melalui kajian ini, masyarakat diingatkan untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan keimanan, salah satunya dengan memperbaiki kualitas ibadah. Membatasi urusan dunia, menjauhi dosa, serta memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar agar tetap berada dalam koridor ajaran Islam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....