Pemprov Sumbar Upayakan Bantu Siswa Tidak Mampu di Sekolah Swasta

  • 11 Mar 2026 09:13 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk ikut mendukung program pendidikan. Khususnya membantu murid kurang mampu yang terpaksa bersekolah di sekolah swasta akibat keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, mengatakan dalam beberapa kasus terdapat murid yang tidak tertampung di sekolah negeri pada proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Kondisi itu membuat sebagian murid harus melanjutkan pendidikan di sekolah swasta yang umumnya memiliki biaya pendidikan lebih tinggi.

Menurut Arry, pemerintah daerah melihat perlunya dukungan dari berbagai pihak untuk memastikan seluruh anak tetap mendapatkan akses pendidikan. Salah satunya dengan melibatkan Baznas dalam membantu pembiayaan pendidikan murid kurang mampu.

“Anak yang tidak dapat sekolah negeri yang harus bersekolah di sekolah swasta dan dari keluarga tidak mampu. Karena itu kita mendorong Baznas ikut mendukung program pendidikan melalui bantuan biaya sekolah bagi siswa kurang mampu,” ujar Arry, Selasa 10 Maret 2026.

Ia menjelaskan, potensi dana zakat dari kalangan guru di Sumatera Barat cukup besar dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung program pendidikan. “Kalau penerimaan zakat Baznas dari guru-guru itu jumlahnya cukup besar, karena itu kita berharap Baznas bisa menjadikan pendidikan sebagai salah satu prioritas programnya,” ujarnya.

Ari menambahkan, dana zakat tersebut diharapkan dapat dialokasikan sebagian untuk program beasiswa maupun bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu. Bantuan itu khususnya ditujukan bagi siswa yang terpaksa melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.

Menurutnya, langkah tersebut disiapkan untuk memastikan tidak ada anak di Sumatera Barat yang putus sekolah pada proses SPMB tahun ajaran 2026. Pemerintah daerah ingin setiap anak tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi.

Rekomendasi Berita