Upaya Pusat Memantik Iklim Kolaborasi dalam Pemajuan Kebudayaan

  • 15 Agt 2025 13:44 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) dan program Belajar Bersama Maestro terus berupaya menularkan ilmu kepada generasi muda. Hal itu diungkapkan Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Yayuk Sri Budi Rahayu daalm agenda kunjungannya ke RRI Padang, Jumat, (15/8/2025)

Untuk realisasi program, kementerian terkait merangkul enam maestro yang kegiatan pembelajarannya berlangsung di Aia Angek, X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Dari 600 siswa yang mendaftar, yang terjaring seleksi hanya 60 orang.

“Dalam pembelajaran nantinya, 1 maestro merangkul 10 peserta didik dengan masa pembelajaran berlangsung selama satu bulan. Bagaimana anak-anak yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia belajar mewarisi ilmu yang dimiliki maestro sehingga dari Sumatera Barat nantinya lahir seniman-seniman hebat,” ujarnya.

Jika menilik sejarah masa lalu, Sumatera Barat gudangnya orang-orang hebat, katakanlah M. Hatta yang merupakan Bapak Proklamator RI yang juga berasal dari daerah setempat. Hal yang tidak kalah penting jelas Yayuk adalah pesan morel yang perlu digarisbawahi sehingga penyelenggaraan kegiatan yang digulirkan pemerintah pusat mencapai sasaran yang dituju.

Lebih lanjut Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Yayuk Sri Budi Rayahu menekankan, Gerakan Seniman Masuk Sekolah menetapkan 240 sekolah terpilih yang kuotanya untuk Sumatera Barat cukup banyak.

“ Diyakini wadah pembelajaran tersebut akan menjadi ruang ekspresi untuk menutupi kekurangan guru seni di Indonesia,” paparnya.

Untuk diketahui jelas Yayuk, pemerintah pusat melalui kementerian terkait hanya memantik kegiatan, sementara pendampingan dan penyiapan biaya tetap menjadi tanggungjawab peemerintah daerah dan arahnya lebih kepada upaya menciptakan sinergi dan kolaborasi masing-masing komponen.

Rekomendasi Berita