Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah, Pastikan Harga Stabil jelang Lebaran
- 04 Mar 2026 04:13 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Melalui kolaborasi strategis Pemerintah Kota Padang dengan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat dan Bulog Sumatera Barat, Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar serentak di 101 kelurahan se-Kota Padang pada 2–3 Maret 2026.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meninjau langsung pelaksanaan GPM di halaman Kantor Lurah Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Selasa 3 Maret 2026. Maigus menegaskan keberhasilan program tidak hanya bertumpu pada fasilitas fisik, tetapi juga inovasi dan semangat dalam pelaksanaannya.
“Saya teringat pengalaman di Cina dan Jepang, produksi besar bisa lahir dari rumah tangga tanpa gudang raksasa. Koperasi Merah Putih jangan berkecil hati walau gudang masih terbatas. Dengan digitalisasi dan koordinasi distribusi langsung dari Bulog, operasional tetap bisa berjalan efektif,” ujarnya.
Maigus juga mendorong pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui pemanfaatan pekarangan rumah. Menurutnya, apabila 100 kepala keluarga menanam 10 polibag, maka dapat menghasilkan tonase pangan mandiri yang signifikan.
Asisten II Setda Kota Padang Didi Aryadi menambahkan GPM menjadi bentuk sinergi nyata untuk memberikan kepastian harga kepada masyarakat. Ia bersyukur bahwa dari 104 kelurahan, sebanyak 101 titik dapat menjalankan GPM secara serentak, sehingga memberi dampak psikologis positif bahwa stok pangan aman dan tidak ada kelangkaan.
“Kita berharap inflasi di Kota Padang tetap terkendali, terutama menjelang hari besar keagamaan dan libur panjang,” ujarnya.
GPM menyediakan komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir, semuanya dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Di Kelurahan Kubu Marapalam, pelaksanaan GPM bahkan tampil lebih inovatif.
Camat Padang Timur Diko Eka Putra mengungkapkan promosi dilakukan secara digital melalui media sosial, dan warga dapat memesan kebutuhan pangan secara daring. Inovasi tersebut didukung Koperasi Merah Putih Gumbak Marapalam, yang meskipun belum memiliki kantor permanen, telah mampu membukukan omzet yang cukup besar.
"Mereka bekerja sama dengan Layanan Pengantaran Sampah (LPS) yang memakai becak motor sebagai armada pengantar sembako COD ke rumah warga. Pembayaran pun diarahkan menggunakan QRIS melalui sinergi dengan Bank Indonesia," ucap.