Cabai Merah Penyumbang Inflasi Sumbar Februari 2026

  • 03 Mar 2026 09:48 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengalami inflasi sebesar 0,30 persen pada Februari 2026. Kepala BPS Sumbar, Nurul

Hasanudin mengatakan, meski mengalami inflasi, namun sedikit menurun dibandingkan Januari 2026 yang tercatat sebesar 1,15 persen.

“Angka inflasi ini relatif masih terkendali, jika dibandingkan secara nasional pada 0,68 persen. Cabai merah mendominasi pendorong inflasi di Sumbar pada Februari 2026,” kata Nurul Hasanudin, Senin, 2 Februari 2026.

Nurul menjelaskan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi pemicu utama terjadinya Inflasi (m-to-m), yang mengalami inflasi sebesar 2,58 persen dengan andil sebesar 0,14 persen. Hal dimaksud dipicu kenaikan harga emas perhiasan yang menjadi pendorong utama inflasi, sementara cabai merah memberi pengaruh dominan terhadap inflasi Februari 2026 sebesar 0,26 persen.

“Kelompok makanan, minuman dan tembakau memang mengalami inflasi yang dipicu naiknya sejumlah harga komoditas pangan. Namun perubahan harga signifikan pada Cabai Rawit yang menurun sebesar 42,59 persen menjadi pendorong deflasi,” ujarnya.

Nurul mengungkapkan, tiga dari empat kabupaten/kota IHK di Sumatera Barat mengalami inflasi secara m-to-m. “Inflasi tertinggi terjadi di Dharmasraya sebesar 0,85 persen, diikuti Bukittinggi 0,50 persen, dan Kota Padang 0,32 persen,” katanya.

Selain itu, jika dilihat dari andil inflasi cabai merah pada Februari 2026 terjadi merata di empat kabupaten/ kota IHK dimaksud. “Inflasi cabai merah tertinggi terjadi di Kabupaten Pasaman Barat mencapai 0,48 persen. Sementara untuk Kota Padang, inflasi komoditas cabai merah terlatif terkendali, dengan andil terhadap inflasi umum sebesar 0,17 persen,” kata Nurul.

Selain itu, dari lima komoditas pendorong Inflasi Februari 2026, termasuk cabai merah dan emas perhiasan, tarif air minum, daging ayam ras juga juga mendominasi andil terhadap inflasi Februari 2026. Sementara, komoditas paling dominan mendorong deflasi, tercatat cabai rawit sebesar 0,13 persen, bawang merah sebesar 0,10 persen hingga telur ayam ras dengan andil 0,03 persen.

Rekomendasi Berita