BI Sumbar Ajak Warga Beralih Non Tunai Cegah Uang Palsu

  • 23 Feb 2026 21:14 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat (Sumbar) meminta masyarakat meningkatkan transaksi non tunai saat berbelanja. Menurut Kepala BI Sumbar, Abdul Majid Ikram, transaksi non tunai menjadi salah satu langkah untuk menghindari peredaran uang palsu.

Majid mengatakan, saat Ramadan transaksi di pasar cenderung meningkat. Pada momen tersebut, sangat memungkinkan adanya oknum yang melakukan pembelian menggunakan uang palsu.

“Kami selalu lakukan pengawasan peredaran uang palsu. Padahal kami lakukan tidak setiap hari, namun di lapangan kami bisa menemukan seratus lembar uang palsu dalam satu bulan,” ucapnya, Senin, 23 Februari 2026.

Majid menjelaskan, peredaran uang palsu yang masih terjadi merupakan tantangan bagi BI untuk terus mengedukasi masyarakat agar membiasakan diri melakukan transaksi nontunai. Oleh karena itu, pada kegiatan gerakan pangan murah (GPM) yang rencananya digelar pada 104 kelurahan di Kota Padang, BI mengarahkan agar transaksi dilakukan secara nontunai.

“Setiap pasar murah yang kami gelar, kami selalu arahkan masyarakat melakukan pembayaran secara nontunai. Bahkan, kami sediakan bonus bagi warga yang menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk berbelanja. Misalnya beli beras 5 kilo gram, bayar pakai QRIS dapat bonus minyak goreng satu liter,” tuturnya.

Selain itu, Majid juga mengingatkan masyarakat untuk teliti ketika menerima uang dari siapa pun. Penerapan langkah 3 D harus dilakukan untuk memastikan keaslian rupiah, yakni dilihat diraba dan diterawang.

1. Dilihat

– Perhatikan gambar utama dan ornamen pada uang. Uang asli memiliki gambar yang tajam dan detail, sedangkan uang palsu biasanya buram dan tidak jelas.

– Periksa benang pengaman. Uang asli memiliki benang pengaman yang tertanam di dalam kertas dan terlihat jelas saat diterawang.

– Pastikan tinta hologram berubah warna saat uang dimiringkan.

– Terdapat gambar tersembunyi multiwarna yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu

– Terdapat tulisan BI yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu

2. Diraba

– Uang asli terasa kasar karena teksturnya khusus, sedangkan uang palsu biasanya terasa halus.

– Perhatikan kode tuna netra pada bagian tepi uang. Uang asli memiliki kode yang terasa timbul, sedangkan uang palsu biasanya tidak.

3. Diterawang

– Terawanglah uang pada cahaya. Uang asli memiliki tanda air gambar pahlawan dan logo BI yang terlihat jelas, sedangkan uang palsu tidak.

– Perhatikan gambar saling isi. Saat diterawang, gambar utama dan gambar pada ornamen di sisi lain uang akan terlihat saling mengisi.

Rekomendasi Berita