Warga Serbu Penukaran Rupiah Bank Indonesia di Pasar Raya Padang

  • 23 Feb 2026 12:41 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang: Kegiatan penukaran uang pecahan laik edar melalui Kas Keliling Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) disambut antusiasme warga yang tengah berbelanja bahan pokok di Pasar Raya Padang, Senin, 23 Februari 2026. Antrean panjang tak terhindarkan, mengingat masyarakat berharap bisa menukarkan rupiahnya menjadi berbagai pecahan uang tunai.

Salah satu warga yang melakukan transaksi penukarang uang tunai di Pasar Raya Padang, Aldi mengaku, telah ikut mengantre sejak puku 09.00 WIB. “Antreannya panjang karena warga yang ikut mengantre banyak, sementara tata cara penukarannya belum jelas, namun dengan adanya kegiatan ini sangat membantu sekali, terutama saat di saat Ramadan ini,” katanya sambil menggenggam pecahan uang tunainya.

Aldi berharap, antreannya di hari besok dapat lebih teratur dan rapi. “Besok saya rencana akan menukarkan uang lagi, namun lihat dulu apa sudah rapi atau belum antreannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumbar, Abdul Majid Ikram mengatakan, pihaknya telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,849 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2026 melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2026. Layanan penukaran uang dibuka dengan batas maksimal Rp5,3 juta per orang, dengan pecahan mulai dari Rp1.000 hingga Rp50.000.

“Selama seminggu ini hingga 27 Februari ini, layanan kami ada di Pasar Raya Padang, dan mulai besok selama tiga hari kami juga hadir di Pasar Bawah Kota Bukittinggi. Seluruh masyarakat yang antre bisa dapat, dengan maksimal penukaran dibatasi per harinya,” katanya.

Abdul Majid mengimbau, masyarakat tidak perlu khawatir, karena jadwal penukaran uang tunai laik edar oleh Bank Indonesia di Pasar Padang masih panjang. Selain itu, bagi masyarakat yang melakukan penukaran uang juga berkesempatan memperoleh voucher senilai Rp25 ribu, yang dapat digunakan untuk membeli beras bulog kemasan 5 kilogram, dengan harga normal senilai Rp77 ribu.

“Melalui kolaborasi kami dan Bulog, masyarakat tidak hanya menukarkan uang laik edar, tetapi juga memperoleh kesempatan membeli beras premium dengan harga jauh di bawah pasaran,” kata Abdul Majid.

Rekomendasi Berita