Januari 2026, Industri Pengolahan Sumbar Sokong Lonjakan Ekspor

  • 03 Mar 2026 07:03 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat, nilai ekspor dari daerah ini sepanjang Januari 2026 mencapai 312,63 juta Dolar Amerika Serikat (USD) atau meningkat mencapai 104,03 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 153,23 juta USD. Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin mengatakan, ekspor Sumbar pada periode dimaksud didorong kinerja sektor industri pengolahan, yang mengalami peningkatan 116,33 persen.

“Sepanjang Januari 2026, lima negara yang menjadi tujuan utama ekspor Sumatera Barat adalah Pakistan sebesar 96,47 juta USD, India 82,14 juta USD, Mesir 44,52 juta USD, Myanmar 29,29 juta USD dan Bangladesh 21,22 juta USD,” katanya, Senin, 2 Februari 2026.

Nurul menjelaskan, terdapat tiga komoditas utama ekspor asal Sumbar pada Januari 2026. Rinciannya, Golongan Lemak & Minyak Hewan/Nabati (HS 15), Karet dan Barang dari Karet (HS 40), dan Bahan-bahan Nabati (HS14) yang memberikan share masing-masing sebesar 89,54 persen, 2,50 persen, dan 1,61 persen.

“Ekspor ketiga golongan ini jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025 mengalami penurunan secara nilai dan volume,” kata Nurul.

Sementara itu, nilai impor Sumbar pada Januari 2026 mencapai 48,62 juta USD. “Ini mengalami peningkatan 32,00 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Ia menjelaskan, andil utama peningkatan nilai impor ini disumbang oleh impor bahan baku/penolong. “Impor bahan baku/penolong ini secara kumulatif mengalami peningkatan 31,48 persen.

“Sepanjang Januari 2026, terdapat lima negara yang merupakan negara asal impor Sumatera Barat. Rinciannya, Singapura sebesar 23,44 juta USD, Malaysia 17,91 juta USD, Kanada 5,42 juta USD, Tiongkok 1,19 juta USD, dan Amerika Serikat 0,39 juta USD,” ujarnya.

Jika dirinci, tiga komoditas utama impor Sumbar pada Januari 2026 yakni, Golongan Bahan Bakar Mineral (HS 27), Pupuk (HS 31) dan Ampas/Sisa Industri Makanan. Ketiga komoditas ini masing-masing memberikan share sebesar 84,12 persen, 11,15 persen, dan 1,26 persen.

Sementara implikasi ekspor-impor pada Neraca perdagangan Sumbar periode Januari 2026 mencapai 264,01 juta USD. “Ini mengalami surplus atau naik menjadi 147,61 juta USD. Karena nilainya lebih tinggi jika dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar 116,39 juta USD,” kata Nurul.

Rekomendasi Berita