Fakta Ilmiah di Balik Menguap yang Menular

  • 30 Jun 2025 07:57 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Pernah dengar gak sih kalau nguap itu nular? Secara ilmiah apakah ini fakta atau hanya mitos yang beredar di masyarakat?

Menguap adalah gerakan refleks tubuh yang melibatkan pembukaan mulut lebar-lebar, diikuti dengan tarikan napas dalam-dalam dan hembusan napas yang cepat. Meskipun sering dikaitkan dengan rasa kantuk atau bosan, menguap juga bisa menjadi cara tubuh untuk mendinginkan otak dan meningkatkan kewaspadaan.

Saat menguap, otot-otot di sekitar wajah, rahang dan tenggorokan meregang dan akan meningkatkan aliran darah ke kepala. Hal ini bisa membantu meningkatkan aliran darah ke otak. Tidak hanya saat mengantuk, menguap juga terjadi ketika lelah, bosan atau bahkan saat melihat orang lain menguap. Kok bisa ya?

Dilansir dari website hellosehat, ada 3 faktor mengapa menguap bisa menular, diantaranya:

1. Faktor Lingkungan

Mengutip hasil penelitian yang dimuat pada laman Princeton University, seseorang cenderung sering menguap ketika suhu ruangan lebih rendah dari suhu tubuhnya. Penelitian yang dilakukan di Arizona, AS, tersebut menunjukkan bahwa orang akan lebih sering menguap pada musim dingin dibandingkan musim panas.

Pernyataan tersebut juga sesuai dengan anggapan bahwa menguap akan mendinginkan suhu di dalam otak. Ketika Anda menguap saat cuaca dingin, udara yang masuk ke tubuh akan lebih dingin dan membuat suhu otak ikut menurun. Maka, ketika berada di lingkungan yang sama dengan seseorang dalam waktu yang lama (seperti di kantor), Anda berkemungkinan lebih besar untuk menguap bersama.

2. Ikatan Sosial Yang Kuat

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology menunjukkan perilaku menguap lebih mudah menular ketika seseorang berada di sekitar orang terdekatnya. Orang-orang cenderung mudah menguap ketika bersama teman atau keluarga dibandingkan ketika melihat orang asing atau seseorang yang baru saja dikenal. Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kecenderungan meniru gerakan menguap juga erat kaitannya dengan empati sosial.

3. Fenomena Echo

Terakhir, alasan kenapa menguap menular juga bisa dikaitkan dengan fenomena echo (echophenomenon). Fenomena echo adalah perilaku meniru orang lain secara otomatis. Selain itu, fenomena menguap yang menular ini juga kerap dikaitkan dengan aktivitas korteks motorik pada otak. Korteks motorik merupakan bagian otak yang mengatur koordinasi otot saat menerima informasi sensorik dari sekitar. Saat aktivitas korteks motorik meningkat, semakin tinggi pula kecenderungan seseorang untuk menguap.

Rekomendasi Berita