Keluarga di Bulan Ramadan sebagai Media Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal

  • 27 Feb 2026 14:17 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Ramadan selalu dipahami sebagai bulan suci yang menghadirkan peningkatan kualitas ibadah umat Islam. Namun lebih dari itu, Ramadan menyimpan potensi besar sebagai ruang pendidikan dalam lingkungan keluarga.

Keluarga menjadi institusi pertama dalam membentuk karakter setiap individu sejak dini. Melalui kebiasaan yang berlangsung selama Ramadan, nilai-nilai kehidupan ditanamkan secara alami dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Dr. Wirdanengsih, M.Si dalam Program Jendela Keluarga Pro 4 RRI Padang. “Ramadan bukan sekadar rangkaian ritual, melainkan momentum pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal,” ujar Dr. Wirda.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas formal semata. Tradisi keluarga selama Ramadan justru menghadirkan praktik nyata pembentukan karakter religius dan sosial.

“Banyak aktivitas ibadah seperti salat tarawih berjamaah menjadi sarana memperkuat kebersamaan keluarga,” kata Dr. Wirda. Kebersamaan itu membangun solidaritas, mempererat silaturahmi, serta menanamkan nilai tanggung jawab kolektif.

Kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama juga menghadirkan interaksi edukatif antaranggota keluarga lintas generasi. Anak-anak belajar disiplin, menghargai giliran, dan merasakan suasana religius yang mendalam.

Dalam konteks Sumatera Barat, kearifan lokal turut memperkaya praktik pendidikan keluarga selama Ramadan. Tradisi seperti balimau dan maanta pabukoan mempererat hubungan kekerabatan dan budaya berbagi.

Melibatkan anak dalam menyiapkan hingga mengantarkan hidangan menjadi proses pendidikan karakter kontekstual. Dengan demikian, Ramadan menghadirkan ruang pembelajaran yang utuh melalui tradisi keluarga berbasis kearifan lokal.

Rekomendasi Berita