George Russell Terancam Start dari Belakang di GP Singapura
- 07 Okt 2026 12:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- George Russell terancam penalti turun grid dan start dari belakang di GP Singapura.
- Russell sudah menggunakan empat power unit, sehingga unit tambahan pertama akan membuatnya melewati batas alokasi musim 2026.
- Berdasarkan regulasi FIA, penggunaan unit tambahan pertama dikenakan penalti turun 10 posisi.
RRI.CO.ID, Jakarta – George Russell terancam start balapan dari belakang di Grand Prix Singapura 2026. Ini merupakan dampak dari kerusakan power unit Mercedes sebelumnya saat Grand Prix Bahrain di Malaysia.
Russell terpaksa menepi di Sepang ketika balapan menyisakan lima putaran. Saat itu, ia berada di posisi ketiga di belakang safety car.
Masalah terjadi ketika Russell memasuki Tikungan 1. Saat itu. Mercedes mengonfirmasi bahwa mobil Russell mengalami kegagalan pada power unit-nya.
Wakil kepala tim Mercedes, Bradley Lord, menjelaskan masalah tersebut muncul secara tiba-tiba. Saat itu, kru menerima peringatan langsung dari Russell melalui radio.
“Power unit-nya mulai terdengar aneh,” kata Lord, mengutip laporan setelah balapan di Sepang. "Terus kami melihat sensornya mulai bermasalah, dan jelas, kami harus menepikan mobil karena terjadi kegagalan.”
Mercedes kemudian membutuhkan power unit baru. Masalah lainnya timbul ketika Russell sudah menggunakan empat power unit, sesuai batas musim 2026.
Jika diganti, Russell akan melewati batas alokasi power unit musim 2026. Berdasarkan regulasi FIA, penggunaan unit tambahan pertama dikenakan penalti turun 10 posisi.
Karena itu, Russell berpotensi start balapan dari belakang di Grand Prix Singapura. Penalti tersebut berlaku untuk balapan utama, bukan Sprint pada Sabtu.
Situasi ini jadi pukulan bagi Russell yang sedang mengejar rekan setimnya, Kimi Antonelli. Ia kini tertinggal 84 poin dari pembalap Italia tersebut dalam klasemen sementara.
Melansir ESPN, Mercedes sebenarnya sudah memperkirakan Russell membutuhkan power unit tambahan sebelum musim berakhir. Tim itu semula berharap menjalankan penalti tersebut di Austin, setelah Grand Prix Singapura.
Sirkuit Marina Bay menjadi lokasi yang kurang ideal untuk menerima penalti besar. Karakter lintasannya menyulitkan pembalap untuk melakukan manuver menyalip.
Mercedes juga berencana memasang pembaruan performa power unit sebelum musim berakhir. Pembaruan itu berkaitan dengan sistem Additional Development Upgrade Opportunity atau ADUO milik FIA.
Jika pembaruan belum siap, Mercedes harus memilih waktu lain untuk memasangnya. Pilihan itu berisiko membuat Russell kembali menerima penalti grid pada balapan berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....