Formula 1 Sepang Hadirkan Tantangan Degradasi Ban dan Hujan

  • 02 Okt 2026 12:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Grand Prix Bahrain di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia menghadirkan tantangan khusus berupa aspal abrasif yang mempercepat keausan ban pembalap Formula 1.
  • Kondisi cuaca dengan potensi hujan diperkirakan akan memengaruhi strategi pit stop dan pengendalian mobil sepanjang akhir pekan balapan.
  • Sebagian pembalap baru pertama kali menjajal sirkuit tersebut, sementara lainnya kembali setelah absen selama sembilan tahun.

RRI.CO.ID, Sepang – Grand Prix Bahrain di Malaysia menghadirkan tantangan bagi para pembalap Formula 1 melalui aspal abrasif dan potensi hujan. Kondisi tersebut diperkirakan memengaruhi degradasi ban, strategi pit stop, hingga pengendalian mobil sepanjang akhir pekan.

Sebagian pembalap baru pertama kali menjajal Sirkuit Internasional Sepang tersebut, sementara lainnya baru kembali setelah sembilan tahun. Mereka segera menghadapi karakter aspal kasar yang selama ini dikenal mempercepat keausan ban.

Kondisi lintasan diperkirakan membuat strategi dua hingga tiga kali pit stop menjadi pilihan dalam balapan. Pengelolaan degradasi ban juga membuka peluang bagi pembalap untuk mencari keuntungan melalui pengaturan mobil dan gaya berkendara.

Pembalap Williams, Carlos Sainz, menyambut kemungkinan meningkatnya degradasi ban setelah beberapa seri sebelumnya berlangsung tanpa tantangan berarti. Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat hasil balapan lebih dipengaruhi kemampuan pembalap mengelola strategi.

“Mungkin akhirnya kita akan melihat degradasi ban, setelah beberapa seri beruntun tanpa degradasi. Jadi, saya tidak keberatan jika degradasi ban meningkat,” ujar Sainz.

Di sisi lain, Oscar Piastri memperkirakan keausan ban akan menjadi persoalan besar di Sepang. Pembalap McLaren itu menggambarkan permukaan lintasan yang menyerupai amplas dan memperkirakan akhir pekan yang berat dari berbagai aspek.

Pemimpin klasemen sementara, Kimi Antonelli, menilai karakter Sepang sangat berbeda dibandingkan tiga seri setelah jeda musim panas. Ia menyebut permukaan lintasan sebagai salah satu yang paling kasar berdasarkan pengalamannya.

Pembalap Mercedes tersebut memperkirakan suhu tinggi dan kondisi aspal dapat memicu dua hingga tiga kali pit stop. Menurutnya, pembalap juga harus menjaga performa ban saat kualifikasi, terutama ketika memasuki Sektor 3.

Antonelli menambahkan, sesi latihan akan menuntut adaptasi cepat karena kesempatan menjalani simulasi kualifikasi diperkirakan terbatas. Sementara itu, rekan setimnya, George Russell, menyoroti potensi panas berlebih pada ban yang dapat menyulitkan pembalap.

Russell menjelaskan, kondisi tersebut berbeda dari sejumlah sirkuit seperti Melbourne, Silverstone, Monza, dan Baku. Panas pada permukaan Sepang berpotensi menyulitkan pembalap untuk menjaga jarak dekat sekaligus melakukan serangan balik setelah disalip.

Selain degradasi ban, peluang hujan deras sepanjang akhir pekan juga menjadi perhatian tim. Hingga putaran ke-16 kejuaraan dunia, para pembalap belum menjalani sesi resmi dalam kondisi basah menggunakan mobil F1 2026.

Juara dunia bertahan, Lando Norris, mengakui pengalaman mengendarai mobil musim ini di lintasan basah masih terbatas. Pembalap McLaren itu menyebut tim perlu mempersiapkan pengelolaan ban, unit daya, serta penyaluran tenaga ketika kondisi lintasan berubah.

Grand Prix Bahrain di Malaysia akan dimulai dengan sesi latihan bebas pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kualifikasi berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sedangkan balapan utama digelar pada Minggu, 4 Oktober 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....