Kenapa Pembalap Bisa Turun Berat Badan Drastis setelah Satu Balapan?

  • 15 Sep 2026 12:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Balapan mobil atau motor tidak hanya menguji kecepatan tetapi juga menguras kondisi fisik pembalap secara signifikan.
  • Pembalap Formula 1 dapat kehilangan hingga tiga kilogram berat badan dalam satu sesi balapan akibat keluarnya cairan tubuh melalui keringat.
  • Penurunan berat badan pembalap terutama terjadi pada kondisi cuaca panas dan lembap yang mempercepat proses pengeluaran keringat.

RRI.CO.ID, Jakarta — Balapan mobil atau motor tidak sekadar soal kecepatan, tetapi juga menguras fisik pembalap. Dalam kondisi tertentu, pembalap bahkan bisa kehilangan beberapa kilogram berat badan setelah menyelesaikan satu balapan.

Penurunan tersebut terutama terjadi akibat banyaknya cairan yang keluar melalui keringat. Formula 1 mencatat pembalap dapat kehilangan hingga sekitar tiga kilogram selama balapan, terutama pada kondisi panas dan lembap.

Salah satu contoh paling ekstrem terjadi di Grand Prix Singapura. Formula 1 menyebut suhu di dalam kokpit dapat melebihi 60 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 90 persen.

Kondisi tersebut membuat pembalap harus mengeluarkan banyak tenaga selama balapan. Selain panas, mereka juga menghadapi pengereman berulang dan gaya G yang memberikan tekanan besar pada tubuh.

Karena itu, persiapan fisik menjadi bagian penting dalam kehidupan pembalap profesional. Mereka membutuhkan latihan kekuatan, daya tahan, serta strategi hidrasi untuk menghadapi tekanan selama balapan.

Kebutuhan cairan juga bukan sekadar persiapan sebelum start. Pembalap menggunakan sistem minum di dalam mobil untuk mengganti sebagian cairan yang hilang selama balapan.

Masalah hidrasi bahkan pernah berdampak langsung terhadap performa pembalap. Formula 1 mencatat Valtteri Bottas mengalami gangguan penglihatan di akhir GP Singapura 2017 setelah sistem minumnya bermasalah.

Kehilangan berat badan juga berkaitan dengan regulasi teknis Formula 1. Berdasarkan regulasi FIA, massa pembalap bersama kursi dan perlengkapannya tidak di bawah batas, dengan angka minimum 82 kilogram.

Batas tersebut sebelumnya berada di angka 80 kilogram. FIA kemudian menaikkannya menjadi 82 kilogram mulai musim 2025 dengan alasan mempertimbangkan kesejahteraan pembalap.

Fenomena serupa juga terjadi dalam balap motor. MotoGP menyebut pembalap dapat kehilangan dua hingga tiga kilogram selama balapan dalam kondisi sangat panas, terutama akibat keringat.

Perlengkapan pembalap motor juga membuat kondisi semakin berat. Mereka menggunakan helm, pakaian balap, dan perlengkapan keselamatan lengkap sambil menghadapi panas dari lintasan serta mesin motor.

Penurunan berat badan bahkan pernah menjadi bagian dari upaya meningkatkan performa motor. Crash.net mencatat Danilo Petrucci menurunkan berat badannya untuk membantu mengatasi masalah temperatur ban belakang pada masa MotoGP.

Petrucci juga menyebut penurunan berat badan membantunya dalam menghadapi gaya G dan membuat ban belakang bertahan lebih lama. Namun, ia tetap harus menjaga kekuatan tubuh agar tidak kehilangan performa saat mengendarai motor.

Dengan demikian, turunnya berat badan setelah balapan bukan berarti pembalap kehilangan lemak dalam jumlah besar. Sebagian besar penurunan tersebut berkaitan dengan cairan tubuh yang keluar selama menghadapi panas, tekanan fisik, dan durasi balapan. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....