Kapolri Cup 2026 Dorong Talenta E-Sports Berdaya Saing Global

  • 08 Agt 2026 19:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti E-Sports Kapolri Cup 2026.
  • Kompetisi terbuka bagi masyarakat umum dan berlangsung secara berjenjang hingga tingkat nasional.
  • Wakapolri mendorong peserta menjadi talenta digital sekaligus duta Kamtibmas siber.

RRI.CO.ID, Jakarta – Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti E-Sports Kapolri Cup 2026. Kompetisi bertajuk “Dream to Become” tersebut resmi dibuka di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Peserta kompetisi berasal dari masyarakat umum dan mengikuti pertandingan secara berjenjang melalui Polda serta Polres hingga tingkat nasional. Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Polri ingin hadir di ruang yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya berkaitan dengan keamanan. Tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan potensi generasi muda.

“Di sinilah Polri hadir bersama generasi muda, memberikan ruang untuk tumbuh, berkarya, dan berprestasi. Sekaligus membangun hubungan yang semakin dekat dan saling percaya,” katanya.

Menurut Dedi, e-sports telah berkembang dari sekadar aktivitas hiburan menjadi ruang ekspresi, kompetisi, dan prestasi. Perkembangan tersebut membuka peluang bagi generasi muda mengembangkan talenta digital.

Polri menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital serta Indonesia Esports Association untuk mengembangkan ekosistem e-sports. Kolaborasi tersebut juga melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, TNI, Kejaksaan Agung, serta Badan Siber dan Sandi Negara.

Dedi mengatakan, perkembangan e-sports juga berkaitan dengan olahraga prestasi dan industri kreatif. Ekosistem tersebut dinilai dapat membuka peluang ekonomi digital sekaligus mendorong interaksi positif generasi muda.

Ia berharap Kapolri Cup 2026 melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas. Bahkan, mampu bersaing di tingkat global.

“Saya berharap kompetisi E-Sports Kapolri Cup 2026 dengan tagline ‘Dream to Become’ akan melahirkan banyak talenta digital Indonesia. Talenta itu harus kreatif, berintegritas, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Dedi menekankan, kemampuan teknis bukan satu-satunya faktor untuk menjadi juara dalam kompetisi e-sports. Sportivitas, disiplin, kerja sama tim, kreativitas, dan kepemimpinan juga perlu dikembangkan.

Karena itu, Kapolri Cup 2026 diharapkan menjadi ruang pembentukan karakter peserta, bukan sekadar mengejar kemenangan. Nilai fair play juga dinilai penting untuk menjaga kehormatan dalam kompetisi.

“Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim, dan jiwa kepemimpinan. Semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” katanya.

Selain pengembangan prestasi, Polri mendorong peserta memahami tanggung jawab dalam menggunakan ruang digital. Literasi digital citizenship dinilai penting agar kemampuan teknologi berjalan bersama kesadaran menghadapi ancaman siber.

Ancaman tersebut meliputi judi online, penipuan digital, berita bohong, hingga berbagai bentuk kejahatan siber. Menurut Dedi, penanganannya membutuhkan penegakan hukum sekaligus peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat.

“Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab. Ruang digital yang sehat hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Melalui Kapolri Cup 2026, Polri mendorong generasi muda mengembangkan minat menjadi kemampuan. Kemampuan tersebut diharapkan berkembang menjadi prestasi dan membuka peluang menuju masa depan di ekosistem digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....