FIA Gelar Sidang Tinjau Ulang Penalti Pierre Gasly di GP Monako 2026

  • 10 Jun 2026 13:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • FIA akan menggelar sidang virtual pada 11 Juni untuk meninjau permohonan Alpine terkait penalti Pierre Gasly di GP Monako 2026.
  • Gasly kehilangan podium setelah menerima dua penalti lima detik akibat pelanggaran batas kecepatan pitlane.
  • Alpine harus membuktikan adanya bukti baru dan relevan agar permohonan Right of Review dapat diterima steward FIA.

RRI.CO.ID, Jakarta - FIA mengonfirmasi akan menggelar sidang usai Alpine melayangkan permohonan meninjau kembali hasil Grand Prix Monako 2026. Tim asal Prancis itu berupaya membatalkan hukuman yang membuat Pierre Gasly kehilangan podium.

Gasly sebenarnya finis ketiga setelah tampil impresif dari posisi kesembilan. Dia menyebut penampilan tersebut sebagai salah satu yang terbaik sepanjang kariernya di Formula 1.

Namun sayangnya, dua penalti masing-masing lima detik dijatuhkan dan mengubah hasil tersebut. Pelanggaran terjadi karena kecepatan mobil Gasly di pitlane melebihi batas yang ditentukan.

“Tidak ada yang lebih menyakitkan dari ini saat ini," ujar Gasly, dikutip dari Motorsport.com, Rabu, 10 Juni. "Saya mati-matian sepuluh tahun mengerahkan segalanya dan bekerja tanpa henti untuk bisa mencapai momen seperti ini," ujarnya.

Catatan FIA menunjukkan Gasly melampaui sebesar 0,1 km/jam dari batasnya yakni 60 km/jam. Pada kesempatan lain, kelebihannya tercatat mencapai 0,4 km/jam.

Insiden serupa sebenarnya cukup banyak terjadi selama balapan di Monako. Kondisi itu dipengaruhi karakteristik unik pitlane dan metode pengukuran kecepatan FIA.

Sistem FIA menghitung kecepatan rata-rata menggunakan transponder dan loop waktu. Pengukuran dilakukan sepanjang jalur cepat pitlane, bukan berdasarkan kecepatan sesaat.

Metode tersebut membuat beberapa pembalap terkena pelanggaran meski melaju sesuai batas. Jalur pitlane yang melengkung juga menyebabkan jarak tempuh antar titik pengukuran menjadi lebih pendek.

Akibat tambahan total sepuluh detik, Gasly turun ke posisi ketujuh. Hasil revisi ini otomatis mengangkat Isack Hadjar ke posisi podium secara cuma-cuma.

Oscar Piastri, Liam Lawson, dan Arvid Lindblad juga memperoleh keuntungan posisi. Gasly mengaku sangat terpukul oleh keputusan tersebut karena dia merasa podium yang telah diraih direbut secara tidak adil.

Karena itu, Alpine harus membatalkan kedua penalti ini sekaligus. Seusai balapan, Alpine langsung mengajukan permohonan Right of Review kepada FIA untuk mengubah hasil akhir yang merugikan Gasly.

Lalu, pada Selasa, 9 Juni, FIA menerbitkan dua dokumen resmi mengenai pengajuan tersebut. Kedua dokumen ini berkaitan dengan penalti lima detik yang diterima Gasly di Monako.

Menurut laporan media Inggris, mereka akan menggelar sidang yang akan berlangsung secara virtual pada Kamis, 11 Juni mendatang. FIA akan membagi proses pemeriksaan menjadi dua tahap berbeda.

Tahap pertama berfokus pada bukti baru yang diajukan Alpine. Di mana tim harus menunjukkan adanya elemen penting yang sebelumnya tidak tersedia.

Jika syarat itu terpenuhi, steward akan melanjutkan ke tahap berikutnya. Pada tahap kedua, mereka akan meninjau kembali dasar pemberian penalti.

Kini nasib Alpine bergantung pada kekuatan bukti yang diajukan. Tim harus memenuhi persyaratan ketat FIA untuk memperoleh hak peninjauan kembali.

“Saya benar-benar berharap hasil yang benar bisa ditegakkan. Kami akan memperjuangkannya bersama tim,” ujar Gasly dalam pernyataan di akun X pribadinya @pierregasly.

Untuk diketahui, permohonan Right of Review jarang berhasil dalam Formula 1. Banyak tim gagal menghadirkan bukti yang dianggap baru dan relevan oleh steward.

Dengan kondisi tersebut, Alpine harus bisa membawa bukti dan elemen lengkap yang dibutuhkan agar permohonannya bisa dipertimbangkan oleh FIA. Namun, hingga saat ini, bukti resmi dari Alpine belum diungkap.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....