Ada Sainte Devote hingga Hairpin, Intip 19 Tikungan Ikonik di Sirkuit Monako!

  • 05 Jun 2026 23:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sirkuit jalan raya Monako memiliki 19 tikungan dengan nama masing-masing yang populer.
  • Salah satu area tikungan yakni Grand Hotel Hairpin menjadi ikon utama pada balapan Grand prix Monako.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sirkuit Monako dikenal sebagai salah satu lintasan jalan raya paling bersejarah sebagai salah satu sirkuit tertua di Formula 1. Kombinasi lebar lintasan yang sempit dan tikungan tajam membuat sirkuit Monako punya caranya sendiri untuk menantang para pembalap.

Sirkuit Monako sendiri memiliki panjang 3,337 kilometer. Para pembalap harus menyelesaikan 78 putaran atau sejauh 260,286 kilometer.

Selain itu, sirkuit Monako juga dikenal dengan 19 tikungan ikonik yang memiliki karakteristik dan tingkat kesulitan yang berbeda. Simak keseluruhannya, dilansir dari formula1.com.

Tikungan 1 - ­­­Sainte Devote
IMAGE 2 SAINT DEVOTE
Tampak atas tikungan Sainte Devote. (Foto: Mercedesamgf1.com)

Sainte Devote hanya berjarak sekitar 150 meter dari garis start dan finis. Nama tikungan ini diambil dari nama seorng Martir Kristen pada awal abad keempat, Devote, yang kapelnya berada di dekat area tersebut.

Tikungan ini sering menjadi lokasi insiden yang terkenal seperti Max Verstappen pada tahun 2015, Felipe Massa pada tahun 2013 dan Jolyon Palmer pada tahun 2016.

Tikungan 2 - Beau Rivage

Setelah Sainte Devote, pembalap menanjak menuju Beau Rivage. Nama Beau Rivage berarti "pantai yang indah" dan menawarkan pemandangan Laut Mediterania.

Bagian ini tampak mudah saat lintasan kosong. Namun, situasinya sangat menantang ketika mobil berdekatan setelah start.

Tikungan 3 - Massenet
Area tikungan Massenet. (Foto: Formula1.com)

Tikungan Massenet diambil dengan kecepatan menengah (medium speed corner) menuju Casino Square. Namanya diambil dari seorang komponis opera Prancis, Jules Massenet.

Trek yang menanjak dan pembatas yang sangat dekat membuat area ini rawan kesalahan. Banyak sesi kualifikasi berakhir lebih cepat akibat kecelakaan di tikungan ini.

Tikungan 4 - Casino Square

Tikungan ke kanan ini berada tepat di depan bangunan kasino Monte Carlo. Pembalap harus menjaga presisi karena hanya tersedia satu jalur ideal dan sedikit kesalahan bisa membuang peluang mencatat waktu terbaik.

Tikungan 5 & 7 - Mirabeau Superior dan Mirabeau Inferior
Monaco-Corners-2025-Portier
Mobil Mercedes George Russell melintas di area tikungan Mirabeau Inferior. (Foto: Mercedesamgf1.com)

Kedua tikungan kerap disebut Mirabeau Haute (Mirabeau Atas) dan Mirabeau Bas (Mirabeau Bawah), mengikuti istilah dalam bahasa Prancis yang berarti "tinggi" dan "rendah". Dua tikungan ini mengapit di kiri dan kanan tikungan Grand Hotel Hairpin.

Setelah melewati tikungan Mirabeau Superior di Tikungan 5 dan Hairpin, para pembalap akan menuruni lintasan menuju Mirabeau Bas atau Mirabeau Inferior yang berada di Tikungan 7. Sebutan "inferior" atau "bas" merujuk pada letaknya yang berada di elevasi lebih rendah dibandingkan Mirabeau di Tikungan 5.

Tikungan 6 - Hairpin
monaco-2025-start-hairpin-1.png
Area tikungan Hairpin. (Foto: Formula1.com)

Hairpin atau Grand Hotel Hairpin merupakan tikungan paling lambat. Tikungan ini dikenal sebagai salah satu wajah utama Grand Prix Monako.

Sesuai namanya, bentuk tikungan Hairpin menyerupai ujung yang melengkung di jepit rembut. Saking kecil kelokannya, kecepatan mobil F1 saat melaju di sini hanya bisa mencapai 50-65 kilometer per jam.

Pembalap seringkali menggunakan satu tangan saat memutar setir di Hairpin. Sudut belok yang sangat tajam mengharuskan mereka memutar setir hingga batas maksimal.

Tikungan 8 ­- Portier

Portier menjadi tikungan terakhir sebelum memasuki terowongan. Akselerasi saat mobil keluar dari portier sangat krusial demi mendapatkan kecepatan terbaik di trek lurus setelah ini.

Tikungan 9 - Tunnel
Mobil Mercedes melintas di terowongan (tunnel) sirkuit Monako. (Foto: Pins)

Tunnel merupakan satu-satunya terowongan yang digunakan dalam kalender Formula 1. Perubahan pencahayaan membuat bagian ini cukup rawan.

Jarak pandang yang terbatas juga meningkatkan risiko tertabrak dari belakang saat mobil dalam kecepatan tinggi dan dalam jarak yang berdekatan. Ferrari milik Michael Schumacher pernah ditabrak oleh Juan Pablo Montoya di tempat ini pada GP Monako 2004.

Tikungan 10 - Nouvelle Chicane
16x9%20single%20image%20-%202026-06-04T121842.036.png
Tampak atas area tikungan Nouvelle Chicane. (Foto: Formula1.com)

Nouvelle Chicane berada tepat setelah keluar dari terowongan. Area ini menjadi salah satu titik menyalip terbaik.

Para pembalap seringkali mencoba mengambil posisi dengan menginjak kerb saat memasuki tikungan. Namun, kebutuhan untuk melakukan pengereman keras juga membuat tikungan ini sering menjadi lokasi kecelakaan.

Tikungan 12 - Tabac

Tabac adalah tikungan cepat (high speed corner) yang menuntut keberanian tinggi. Namanya berasal dari toko tembakau yang dahulu berada di kawasan tersebut.

Tikungan 13-16 - Swimming Pool atau Piscine
IMAGE 11 SWIMMING POOL
Tampak atas area lintasan di samping kolam renang Stade Nautique Rainier. (Foto: Mercedesamgf1.com)

Sebutan Piscine diberikan karena kolam renang Olimpiade yang ada di dekat lintasan. Pembalap harus melibas rangkaian tikungan tajam seperti zig-zag (chicane) dengan kecepatan tinggi.

Tikungan 18 - La Rascasse
Monaco-Corners-2025-Rasscasse
Area tikungan Rascasse. (Foto: Mercedesamgf1.com)

Tikungan ini berada setelah sektor Swimming Pool dan merupakan tikungan ke-18 atau tikungan kedua terakhir. Sebelum para pembalap memasuki tikungan terakhir, Antony Noghes.

Nama La Rascasse diambil dari sebuah bar yang berada tepat di sisi lintasan. Bar tersebut awalnya menjadi tempat berkumpul para nelayan lokal dan dinamai dari ikan rascasse yang hidup di laut Mediterania.

Tikungan ini juga menjadi saksi salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah Formula 1. Pada sesi kualifikasi GP Monako 2006, Michael Schumacher memicu polemik setelah menghentikan mobilnya di La Rascasse pada menit-menit terakhir sesi yang menghalangi rivalnya, Fernando Alonso.

Akibat kejadian tersebut, steward memutuskan mencoret waktu terbaik Schumacher dan menurunkannya ke posisi terakhir di grid. Alonso pun akhirnya memulai balapan dari posisi terdepan.

Tikungan 19 - Anthony Noghes

Nama tikungan ini diberikan sebagai penghormatan kepada Antony Noghes. Sosok yang menggagas penyelenggaraan GP Monako pertama pada 1929.

Di tikungan terakhir ini, para pembalap harus menjaga kecepatan dan presisi sebelum kembali menginjak gas penuh menuju lintasan lurus utama. Setelah melewati Antony Noghes, satu putaran tercatat tuntas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....