Mengenal Istilah Kecelakaan Lowside dan Highside di Balapan MotoGP
- 30 Mar 2026 17:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lowside dan highside sama-sama diawali dengan hilangnya traksi pada ban atau selip.
- Lowside tidak membuat rider terpental ke udara, sementara highside berlaku sebaliknya.
- Highside lebih berbahaya karena bisa dampaknya bisa membawa rider pada cedera serius.
RRI.CO.ID, Jakarta - Di balapan MotoGP, istilah lowside dan highside jadi dua jenis kecelakaan atau crash yang paling umum sekaligus paling sering dibahas. Apa maksud dan perbedaan dari keduanya? Simak penjelasannya!
LOWSIDE
Melansir motogp.com, lowside adalah kecelakaan saat ban depan atau belakang motor kehilangan cengekeraman atau grip. Motor akan tergelincir, tapi rider akan meluncur di aspal bersamaan dengan motor tanpa terpental ke udara.
Jenis crash ini tergolong paling umum di MotoGP. Terutama waktu kondisi lintasan licin atau rider terlalu memaksakan kecepatan saat menikung.
Contoh lowside bisa dilihat pada rider seperti Marc Marquez di Sprint Race MotoGP Amerika 2026. Ban depan motor Ducati Desmosedici milik Marquez kehilangan grip dan membuatnya tergelincir.
HIGHSIDE
Beda dengan lowside, highside jauh lebih berbahaya. Insiden ini seringnya disebabkan oleh ban belakang.
Highside terjadi saat ban belakang kehilangan traksi dan secara tiba-tiba mendapatkan grip-nya kembali. Akibatnya, motor akan mengalami efek seperti menendang balik dan bisa melontarkan rider ke udara.
Contoh highside pernah terjadi pada rider Luca Marini di sesi latihan bebas 2 Moto2 di Prancis pada 2020 yang dijuluki "monster highside" saking mengerikannya. Saat kehilangan grip, Marini terlempar dari motornya dan terseret sampai beberapa meter di lintasan.
Jadi, perbedaan yang paling kelihatan adalah lowside tidak membuat rider terpental ke udara. Sebaliknya, highside membuat rider terpental ke udara.
Kecelakaan atau crash sebenarnya satu hal yang tidak terhindarkan dalam balapan MotoGP. Namun, seiring berjalannya waktu, MotoGP sudah dilengkapi sistem kontrol traksi (traction control) dan sistem kontrol torsi (torque control).
Meskipun masih beberapa kali terjadi, setidaknya kehadiran fitur ini bisa lebih mengantisipasi kecelakaan lowside maupun highside. Selain itu, skill dan kondisi motor riders tentunya ikut jadi faktor penentu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....