Sainz Kritik FIA usai Insiden Keras Bearman di Suzuka
- 29 Mar 2026 20:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Carlos Sainz mengkritik FIA karena dinilai mengabaikan peringatan keselamatan pembalap terkait regulasi musim 2026.
- Kecelakaan 50G Oliver Bearman dipicu selisih kecepatan tinggi akibat sistem manajemen energi.
- FIA menyatakan akan mengevaluasi regulasi 2026 dan membuka peluang penyesuaian berdasarkan data awal musim.
RRI.CO.ID, Suzuka – Pembalap Williams, Carlos Sainz, menyampaikan kritik kepada Federasi Automobil Internasional (FIA) setelah insiden keras Oliver Bearman di Jepang. Ia menilai peringatan tentang keselamatan pembalap diabaikan dalam regulasi baru Formula 1 musim 2026.
Bearman mengalami kecelakaan pada lap ke-21 Grand Prix Jepang di Sirkuit Suzuka, Minggu, 29 Maret 2026. Pembalap Haas itu mengalami benturan 50G saat kehilangan kendali di tikungan.
Insiden tersebut terjadi akibat adanya perbedaan kecepatan signifikan dengan mobil pembalap Alpine, Franco Colapinto, yang berada di depannya. Saat Alpine memanen energi, Bearman justru menggunakan baterai mobilnya.
Selisih kecepatan mencapai hampir 30 mph membuat Bearman menghindar ke kiri. Ia kemudian menghantam papan penanda pengereman sebelum menabrak dinding secara menyamping.
Bearman terlihat berjalan tertatih keluar dari mobil dengan dugaan cedera kaki kanan. Namun, pemeriksaan medis yang dilakukan kemudian memastikan kondisinya aman meski mengalami memar pada lutut kanan.
Sejak regulasi manajemen energi diterapkan musim ini, para pembalap F1 telah menyuarakan kekhawatiran. Mereka menilai potensi tabrakan akibat selisih kecepatan tinggi semakin besar.
Sainz, yang juga direktur Grand Prix Drivers' Association/GPDA, menyampaikan kritik kepada FIA. Ia menegaskan insiden seperti ini telah lama diperingatkan oleh pembalap.
“Saya berharap ada solusi lebih baik di Miami, karena kecelakaan ini sudah kami peringatkan sebelumnya. Dengan selisih kecepatan seperti ini, kecelakaan memang tak terhindarkan,” kata Sainz usai balapan.
“Bahkan tanpa menggunakan tombol boost, terkadang mesin memberi Anda kecepatan jauh lebih tinggi dibandingkan mobil di depan. Ini hanya soal waktu, kecelakaan besar pertama pasti akan terjadi,” ujarnya menegaskan.
Sainz juga mengingatkan risiko lebih besar di sirkuit jalan raya seperti Baku, Singapura, atau Las Vegas. “Kami sudah memperingatkan kecelakaan ini akan terjadi dan perubahan harus segera dilakukan," katanya.
Sebagai respons, FIA akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait insiden tersebut. Badan itu menegaskan posisi mereka setelah kecelakaan yang melibatkan Bearman di Suzuka.
“Dampak kecepatan penutupan tinggi turut berkontribusi dalam kecelakaan ini, sehingga kami memberikan klarifikasi. Sejak diperkenalkan, regulasi 2026 terus dibahas bersama tim, pabrikan mesin, pembalap, dan FOM,” ujar FIA secara tertulis.
Lebih lanjut, FIA menegaskan evaluasi terstruktur akan dilakukan setelah fase awal musim guna mengumpulkan data yang cukup. “Sejumlah pertemuan dijadwalkan pada April untuk menilai aturan baru dan menentukan apakah diperlukan penyesuaian,” ujar FIA.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....