McLaren dan Tradisi Juara dalam Era Baru Formula 1
- 24 Feb 2026 15:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Woking – McLaren merupakan salah satu tim legendaris Formula 1 tersukses sepanjang sejarah. Memasuki musim 2026, pabrikan asal Woking, Inggris, tersebut kini tengah mengincar gelar konstruktor untuk tahun ketiga secara beruntun.
Didirikan pada tahun 1963 oleh Bruce McLaren, tim langsung mencuri perhatian dengan cepat. Mereka berhasil mengunci kemenangan perdana lima tahun berselang pada Grand Prix Belgia 1968.
Sepanjang sejarah, McLaren telah mengoleksi 10 gelar konstruktor. Tim berjuluk ‘Papaya’ itu juga membukukan 13 gelar juara dunia pembalap.
Pada tahun 1988, McLaren membukukan persentase kemenangan mencapai 93,8 persen dalam satu musim. Catatan tersebut masih dikenang sebagai salah satu yang terbaik sepanjang sejarah F1.
Sempat terpuruk pada pertengahan 2010-an, McLaren perlahan bangkit untuk kembali bersaing di barisan terdepan. Kebangkitan itu mencapai puncaknya pada musim 2025 dengan meraih gelar konstruktor dan juara dunia pembalap secara bersamaan.

Pembalap McLaren, Lando Norris, tampil sebagai juara dunia pada musim 2025. Ia berhasil menaklukkan dominasi pembalap Red Bull, Max Verstappen, yang sebelumnya meraih gelar tersebut selama empat tahun berturut-turut.
Norris memimpin dengan selisih dua poin atas Verstappen pada seri terakhir balapan di Grand Prix Abu Dhabi. Ia juga unggul 13 poin dari rekan satu timnya, Oscar Piastri, yang finis di posisi ketiga klasemen.
Musim 2026 menjadi spesial bagi Norris yang tampil sebagai juara bertahan. Pembalap asal Inggris itu akan menggunakan nomor satu pada mobil MCL40 miliknya.
Sementara itu, Piastri akan tetap menjadi tandem utama di garasi tim. Pembalap asal Australia itu tetap mengenakan nomor 81 seperti tiga musim sebelumnya.
Musim lalu, Piastir tampil impresif dan sempat memimpin klasemen di awal musim. Ia mengamankan tujuh kemenangan dalam 15 balapan pertama musim 2025.
Dengan regulasi teknis baru pada musim 2026, tantangan McLaren untuk mempertahankan gelar juara akan semakin besar. Stabilitas duet Norris dan Piastri menjadi kunci utama dalam persaingan di baris terdepan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....