Mimpi Jadi Olimpian, Mikhayla Shanum Caya Rela Latihan Delapan Jam Sehari

  • 28 Sep 2026 16:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Atlet skateboard muda Indonesia Mikhayla Shanum Caya sebut punya mimpi tampil di Olimpiade.
  • Atlet berusia 11 tahun itu ungkap memiliki waktu berlatih yang cukup intens yakni mencapai delapan jam sehari.
  • Pengalaman di Asian Games membuat Mikhayla semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan.

RRI.CO.ID, Jakarta — Atlet skateboard belia Indonesia, Mikhayla Shanum Caya, mengaku bisa menghabiskan waktu berjam-jam dalam sehari untuk berlatih. Di usianya yang masih belasan, Mikhayla sudah terbiasa membagi waktu antara sekolah dan latihan demi mimpi jadi olimpian.

Ketika ditanya berapa durasi latihannya, atlet berusia 11 tahun itu mengungkapkan bisa menghabiskan waktu hingga delapan jam. Ini biasanya dilakukan setelah pulang sekolah hingga malam hari.

“Latihan dari pagi sampai malam, pulang sekolah langsung main skate, habis itu malam baru istirahat,” ujarnya, Senin 28 September 2028. “Kalau nggak begitu, saya istirahat di skate park.”

Rutinitas berat tersebut bukan penghalang bagi Mikhayla yang termotivasi oleh mimpi besarnya. “Aku mau mewujudkan cita-cita menjadi olimpian,” ujarnya.

Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, menjadi salah satu panggung terbesar yang pernah dijalaninya. Namun, langkahnya berakhir dengan finis di posisi ke-12 pada fase penyisihan dengan skor 36,35.

Meski mengaku lega, Mikhayla mengaku pengalamannya ini membuatnya semakin termotivasi untuk belajar. “Lega bisa menyelesaikan lomba di Asian Games, tetapi aku juga termotivasi untuk belajar lebih maksimal lagi,” katanya.

Mikhayla mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dengan mengikuti Asian Games 2026. “Aku dapat pelajaran tentang trik dari peserta lain,” ujarnya.

Kecintaan Mikhayla terhadap skateboard tumbuh sejak dirinya masih kecil. Sang ayah, Anthony Adam Caya yang pernah menjadi atlet skateboard, menjadi orang pertama yang mengenalkan olahraga tersebut kepadanya.

“Aku kayaknya baru naik skateboard dari bayi, cuma baru bisa jalan waktu umur empat atau lima tahun,” ucapnya. Seiring bertambahnya usia, aktivitas tersebut berubah menjadi rutinitas yang semakin serius.

“Dulu mainnya agak-agak ngambek-ngambek,” katanya bercerita. “Namun, semakin tumbuh jadi semakin konsisten, jatuh dan terluka juga sudah biasa.”

Mikhayla paham perjalanan menuju Olimpiade masih panjang, tetapi setidaknya target sudah ditetapkan sejak sekarang. “Mimpi aku bisa menang di Olimpiade,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....