Desak Sumbang Emas Panjat Tebing, Indonesia Amankan Target Asian Games 2026

  • 30 Sep 2026 19:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Desak Made Rita Kusuma Dewi meraih medali emas keempat untuk Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dalam cabang panjat tebing nomor speed putri.
  • Atlet asal Bali memecahkan rekor Asian Games dengan waktu 6,062 detik, memecahkan rekor sebelumnya sebesar 6,07 detik atas nama dirinya sendiri.
  • Pertandingan speed climbing putri berlangsung di Nagoya International Exhibition Hall pada Rabu, 30 September 2026.

RRI.CO.ID, Nagoya – Atlet panjat tebing Desak Made Rita Kusuma Dewi mempersembahkan emas keempat pada Asian Games Aichi-Nagoya, Rabu, 30 September 2026. Desak juga memecahkan rekor Asian Games setelah menjadi yang tercepat pada nomor speed putri.

Atlet asal Bali tersebut mencatatkan waktu 6,062 detik saat berlomba di Nagoya International Exhibition Hall. Catatan tersebut sekaligus memecahkan rekor Asian Games atas namanya sendiri yang sebelumnya berada pada 6,07 detik.

Medali tersebut menjadi emas kedua Desak sepanjang keikutsertaannya dalam Asian Games. Sebelumnya, ia juga menjadi juara nomor speed putri pada Asian Games Hangzhou 2022.

Namun, perjuangan Desak menuju podium tertinggi tidak berlangsung mudah karena perlombaan sempat mengalami kendala sistem timing. Pertandingan beberapa kali tertunda ketika kondisi tubuh dan pikirannya sudah siap untuk berlomba.

“Lebih ke ikhlas saja sih tadi dari sebelumnya, saya juga melihat catatan waktu peserta lain. Bagus-bagus, selisihnya kecil, jadi dari awal saya mencoba manjat dengan ikhlas saja,” kata Desak dalam keterangannya dikutip, Rabu, 30 September 2026.

Menurut Desak, beberapa gangguan teknis cukup memengaruhi kondisi karena dirinya sudah mempersiapkan tubuh dan pikiran untuk bertanding. Penundaan yang terjadi berulang kali membuatnya berusaha tetap berpikir positif selama menunggu pertandingan dilanjutkan.

“Beberapa kali ada trouble yang lumayan mengganggu karena badan dan pikiran sudah siap. Tiba-tiba ditunda lima menit, kemudian lima menit lagi, saya lebih mencoba berpikir positif dan mengalihkan pikiran,” ujarnya.

Selain kendala teknis, Desak juga harus beradaptasi dengan format four-lane yang berbeda dibandingkan two-lane. Menurutnya, format tersebut membutuhkan fokus lebih tinggi, terlebih perlombaan sempat diulang akibat false start.

“Di sini menggunakan format four-lane, jadi fokusnya lebih tinggi dibandingkan two-lane. Seperti tadi, ketika terjadi false start, kami harus mengulang lagi,” ucapnya.

Desak mengaku sempat tidak mengetahui hasil perlombaan setelah menyelesaikan panjatannya. Ia bahkan belum menyadari bahwa catatan waktunya memastikan medali emas untuk Indonesia.

“Masih nge-blank. Saya tidak tahu siapa yang menang. Jadi saya manjat saja, sudah, manjat dengan ikhlas,” katanya.

Setelah mengetahui dirinya kembali meraih emas sekaligus memecahkan rekor Asian Games, Desak mengaku tidak mampu menahan haru. Ia masih tidak percaya dapat kembali mencapai podium tertinggi dalam pesta olahraga terbesar Asia tersebut.

“Masih tidak percaya ternyata bisa sampai seperti ini. Rasanya langsung ingin menangis, bingung juga, tapi sangat bersyukur,” ucapnya.

Desak mempersembahkan keberhasilan tersebut untuk dirinya, kedua orang tua, rekan-rekan pelatnas, dan seluruh tim. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan.

“Untuk masyarakat Indonesia, terima kasih banyak atas doanya. Medali ini untuk kita semua,” katanya.

Emas kedua Asian Games sekaligus rekor baru tersebut menjadi motivasi Desak untuk terus meningkatkan performanya. Ia berharap pencapaian di Nagoya menjadi pijakan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

“Sekarang 6,62 detik, semoga bisa menjadi 6,05 detik. Ini juga menjadi loncatan untuk menuju Olimpiade Los Angeles 2028,” ujarnya.

Hasil ini mengantarkan Indonesia mampu mencapai targetnya, minimal mengoleksi empat emas Asian Games 2026, hingga malam ini. Empat emas Indonesia berasal dari dua emas bulutangkis, satu angkat besi dan atau panjat tebing, Rabu, 30 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....