Aldo Pratama Jadikan Asian Games 2026 Cermin Level Dunia Fencing
- 22 Sep 2026 16:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Aldo Pratama Arjoni adalah satu-satunya atlet putar fencing Indonesia yang bertanding di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
- Atlet fencing muda Indonesia ini menjadikan Asian Games 2026 sebagai tolok ukur untuk mengukur kemampuannya di tingkat internasional.
- Menurut Aldo, persaingan fencing di kawasan Asia sudah mencapai level yang sangat dekat dengan standar dunia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Atlet fencing putra Indonesia, Aldo Pratama Arjoni, menjadikan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sebagai tolok ukur kemampuannya. Menurutnya, persaingan fencing Asia sudah sangat dekat dengan level dunia.
Aldo menjadi satu-satunya atlet putra Indonesia di cabang olahraga fencing Asian Games 2026. Ia tampil di nomor men's foil individual yang berlangsung di Aichi Sky Expo, Selasa, 22 September 2026.
Aldo berhasil melaju hingga babak 32 besar sebelum dihentikan wakil Jepang, Kyousuke Matsuyama. Ia kalah dengan skor 4-15 dari Matsuyama yang merupakan bagian dari tim Jepang peraih emas beregu Olimpiade Paris 2024.
Meski kalah, Aldo menilai pertandingan tersebut memberinya pengalaman penting. Ia bisa menguji kemampuannya secara langsung melawan atlet yang sudah tampil di level Olimpiade.
“Asian Games menggambarkan bagaimana anggar kelas dunia itu. Di level Olimpiade dan World Cup pun, yang menguasai benua Asia seperti Jepang, Korea, Hong Kong,” ujar Aldo dalam keterangan resmi NOC Indonesia, Selasa, 22 September 2026.
Aldo mengakui perbedaan pengalaman dan kecepatan permainan cukup terasa saat menghadapi atlet papan atas. Namun, ia menilai permainannya tetap mampu memberikan perlawanan dalam pertandingan tersebut.
“Pengalamannya dari segi permainan memang berbeda, tapi saya bisa bermain dan membuat dia cukup kesulitan untuk mendapatkan poin. Saya juga bisa menikmati permainannya,” katanya.
Sebelum melaju ke babak 32 besar, Aldo lebih dulu melewati babak penyisihan atau pool round. Ia mengaku masih menemukan kendala dalam menjaga fleksibilitas dan konsistensi permainan.
“Di babak pool round aku merasa agak kaku sedikit, nggak fleksibel. Ada beberapa mistake di pool. Tapi aku bisa memenangkan satu pertandingan di pool round, jadi aku bisa lolos ke babak 32 besar,” ujarnya.
Dari Asian Games kali ini, Aldo juga membawa sejumlah pelajaran dari permainan atlet-atlet papan atas. Ia menilai kecepatan, pengambilan keputusan, dan pengalaman bertanding menjadi aspek yang masih perlu ditingkatkan.
“Saya banyak banget mengambil detail-detail cara juara dunia bermain di dalam permainan. Speed mereka pastinya beda level sama kita. Semoga ke depannya saya bisa terus stay untuk mencapai level mereka,” tutur Aldo.
Sementara itu, Indonesia juga menurunkan Fadilah Aprilia di nomor women's epee. Fadilah tampil di Pool 1 dan menghadapi sejumlah atlet papan atas, termasuk wakil Korea Selatan Song Se-ra yang berstatus peringkat satu dunia.
Fadilah belum meraih kemenangan dari enam pertandingan pool round. Ia mencatat 12 hits scored dan 30 hits received, yang menempatkannya di peringkat ke-31 nomor women's epee.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....