FAJI Gelar Kejurnas Arung Jeram 2026 di Bali, Bersiap menuju PON 2028

  • 22 Sep 2026 07:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • FAJI menggelar Kejurnas Arung Jeram 2026 di Sungai Ayung, Bali, pada 23-28 September dan diikuti 53 tim dari 16 provinsi.
  • Kejurnas menjadi salah satu tahapan menuju PON NTT-NTB 2028, termasuk dasar penentuan kuota wilayah peserta.
  • FAJI juga mendorong arung jeram masuk ekosistem olahraga Olimpiade, sekaligus mengembangkan aspek pariwisata, kebencanaan, dan konservasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram 2026 di Sungai Ayung, Badung, Bali. Kejurnas yang berlangsung 23-28 September 2026 ini menjadi salah satu tahapan menuju PON NTT-NTB 2028.

Sebanyak 53 tim dari 16 provinsi ambil bagian dalam Kejurnas tersebut. Jumlah peserta itu telah memenuhi persyaratan minimal keikutsertaan provinsi untuk cabang olahraga yang akan dipertandingkan di PON.

Sebanyak 12 medali diperebutkan dalam nomor sprint, head to head, slalom, dan down river. Pertandingan tersebut terbagi dalam kategori R4 senior, U-23, dan U-19.

Ke-16 provinsi peserta berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jambi, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Peserta lainnya berasal dari Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Ketua Bidang Pertandingan FAJI, Joni Kurniawan mengatakan Kejurnas menjadi bagian dari persyaratan arung jeram untuk tampil di PON NTT-NTB 2028. Keikutsertaan daerah dalam Kejurnas juga menjadi dasar penentuan kuota masing-masing wilayah.

"Kejurnas ini merupakan bagian dari persyaratan untuk cabor yang akan dipertandingkan di PON NTT-NTB 2028. Keikutsertaan peserta daerah akan menentukan kuota per wilayah untuk PON 2028," kata Joni dalam keterangan resmi FAJI, Selasa, 22 September 2026.

Selain persiapan PON, FAJI tengah mendorong arung jeram masuk dalam ekosistem olahraga Olimpiade. Ketua Umum FAJI Oni Junianto mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada NOC Indonesia untuk memproses upaya tersebut.

"Kami juga tengah memperjuangkan cabor arung jeram untuk masuk sebagai Olympic Sport. Surat ke NOC Indonesia sudah kami kirimkan untuk segera diproses," ujarnya.

Sebelum kompetisi dimulai, FAJI juga menggelar Rapat Kerja Tahunan pada 23 September di Badung. Forum tersebut membahas sejumlah agenda organisasi dan persiapan menuju PON 2028.

Salah satu pembahasan utama ialah regulasi Babak Kualifikasi PON serta lokasi pelaksanaannya. Rapat juga membahas program organisasi, pariwisata dan kebencanaan, bina prestasi, kompetisi, serta konservasi.

Arung jeram telah dipastikan masuk dalam cabang olahraga PON 2028 berdasarkan keputusan Rakernas KONI pada Mei 2026. Cabang olahraga tersebut akan dipertandingkan di Nusa Tenggara Timur.

Oni mengatakan keikutsertaan arung jeram di PON tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Keberadaan venue dan potensi sungai di daerah juga dinilai dapat dikembangkan untuk mendukung pariwisata olahraga.

"Tapi yang utama efeknya setelahnya. Selesai PON, bisa menggerakan potensi pengembangan ekonomi dari sektor sport tourism," ungkap Oni.

Ketua Harian FAJI Amalia Yunita mengatakan sejumlah program juga telah dijalankan selama satu tahun kepengurusan baru. Program tersebut mencakup bidang kebencanaan, pariwisata, pertandingan, hingga konservasi.

Di bidang kebencanaan, FAJI bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas. Kerja sama tersebut memperkuat peran arung jeram dalam mendukung penanganan kebencanaan berbasis sungai dan air.

Sementara bidang pariwisata membantu Kementerian Pariwisata menyusun modul SKKNI untuk 53 okupansi yang berkaitan dengan arung jeram. Di bidang pertandingan, FAJI juga menyesuaikan regulasi berdasarkan pedoman United Rafting.

FAJI turut menjalankan program konservasi melalui kolaborasi dengan TNI Angkatan Laut melalui program Sahabat Sungai. Program tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian sungai sebagai ruang utama olahraga arung jeram.

Melalui Kejurnas 2026 dan persiapan Babak Kualifikasi PON, FAJI menargetkan kesiapan atlet dan organisasi berjalan beriringan menuju PON 2028. Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk memperluas manfaat arung jeram bagi masyarakat dan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....