Sebanyak 60 Persen Atlet PON NTB Berasal dari Mahasiswa UNDIKMA
- 17 Sep 2026 23:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tim penulis mengenalkan buku Sports Intelligence untuk mendongkrak prestasi ekosistem olahraga nasional.
- Universitas Pendidikan Mataram menyumbang 60 persen atlet kontingen daerah untuk Pekan Olahraga Nasional.
- Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat menggelar kuliah umum tentang geopolitik dan ketahanan negara.
RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Pendidikan Mataram (UNDIKMA) mencatatkan sebanyak 60 persen atlet kontingen daerah berhasil lolos seleksi provinsi. Para atlet mahasiswa tersebut dipersiapkan memperkuat daerah dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Capaian membanggakan tersebut dibahas dalam agenda kuliah umum pimpinan olahraga pada Jumat, 11 September 2026. Pertemuan akademik tersebut membahas tema tentang urgensi perlindungan kedaulatan negara menurut prinsip hukum internasional.
Wakil Ketua Umum VI Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Josef Adrianus Nae Soi memaparkan materi geopolitik. Kajian tersebut menyoroti prinsip kesetaraan bagi seluruh bangsa demi menjaga ketertiban tatanan hukum global.
“Kondisi saat ini menunjukkan rapuhnya tatanan dunia. Hal itu dipicu oleh melemahnya kepatuhan terhadap Piagam PBB, meningkatnya eskalasi konflik bersenjata, serta penerapan hukum internasional yang masih selektif,” kata Josef dalam keterangan yang diterima dari KONI, Rabu, 16 September 2026.
Josef mengajak lima mahasiswa dan lima mahasiswi maju ke panggung untuk melakukan simulasi fokus. Peragaan tersebut membuktikan bahwa olahraga memiliki kekuatan sangat besar untuk memengaruhi serta mempersatukan seluruh masyarakat.
“Satu-satunya di dunia ini yang menjadi pahlawan nyata adalah olahraga. Ketika atlet berhasil menjadi juara, mereka tidak hanya meraih medali, tetapi juga mengangkat harkat dan martabat bangsa di mata internasional,” ujar Josef.
Ketua Yayasan UNDIKMA H. Lalu Rusmiady menerangkan sejarah transformasi kelembagaan kampus saat mengakuisisi universitas. Delegasi mahasiswa dari Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL) Timor Leste turut menyambut materi tersebut.
Ketua tim penulis sekaligus Kepala Bidang Sports Intelligence KONI Pusat, Eman Sungkowo, memaparkan karya literasi. Buku panduan strategis tersebut memiliki ketebalan lebih dari 500 halaman dan terbagi menjadi 12 bab.
“Sports Intelijen merupakan pemanfaatan informasi strategis yang digunakan pada olahraga yang memungkinkan atlet dan pelatih memahami kekuatan, kelemahan serta pola lawan secara lebih mendalam dengan informasi yang akurat,” ucap Eman.
Penulis lain, Syarif Hidayat, menegaskan pentingnya penerapan intelijen guna menyokong Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo. Diskusi di Ruang Bacalah tersebut ditutup setelah membahas penguatan industri olahraga dan kelengkapan data.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....