Olahraga Bela Diri Asia Tengah 'Kurash' Masuk Asian Games

  • 21 Sep 2026 20:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Asian Games menampilkan kurash, olahraga bela diri tradisional yang berasal dari Asia Tengah, khususnya Uzbekistan.
  • Kurash berkembang dari tradisi gulat historis di Uzbekistan dan memiliki akar budaya yang dalam di kawasan Asia Tengah.
  • International Kurash Association telah mengembangkan dan menstandardisasi kurash menjadi cabang olahraga internasional dengan aturan yang lebih terstruktur.

RRI.CO.ID, Jakarta - Asian Games tidak hanya mempertandingkan olahraga yang sudah populer di dunia. Ada pula kurash, olahraga bela diri tradisional yang berasal dari Asia Tengah.

Kurash berkembang dari tradisi gulat di Uzbekistan dan memiliki sejarah panjang di kawasan Asia Tengah. International Kurash Association (IKA) kemudian mengembangkan olahraga ini menjadi cabang olahraga internasional dengan aturan yang lebih terstandar.

Dalam kurash, dua atlet bertanding dengan tujuan menjatuhkan lawan menggunakan teknik bantingan. Berbeda dari beberapa olahraga gulat lainnya, pertandingan kurash hanya dilakukan dalam posisi berdiri.

IKA menjelaskan, atlet tidak diperbolehkan melakukan pertarungan di lantai. Teknik seperti kuncian lengan, cekikan, tendangan, dan pegangan di bawah pinggang juga dilarang.

Atlet kurash menggunakan pakaian khusus bernama 'yaktak'. Pertandingan dilakukan di atas area yang disebut 'gilam', sementara atlet menggunakan sabuk untuk membantu melakukan teknik bantingan.

Pertandingan dimulai dengan kedua atlet saling memberi salam dan membungkuk. Setelah itu, mereka berusaha mencari kesempatan untuk melakukan bantingan sesuai aturan.

Penilaian diberikan berdasarkan teknik yang berhasil dilakukan atlet. IKA menetapkan beberapa jenis penilaian, termasuk Khalol, Yonbosh, dan Chala.

Kurash mulai berkembang menjadi olahraga internasional pada 1990-an. Turnamen internasional pertama berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, pada September 1998 dan diikuti peserta dari hampir 30 negara.

Pada 6 September 1998, perwakilan dari 28 negara membentuk International Kurash Association. Organisasi tersebut kemudian menjadi badan internasional yang mengatur perkembangan kurash.

Kurash mendapat pengakuan dari Olympic Council of Asia pada 2003. Pengakuan tersebut membuka kesempatan bagi kurash untuk masuk dalam program berbagai ajang olahraga Asia.

Kurash kemudian tampil sebagai olahraga demonstrasi pada Asian Games Doha 2006. Setelah itu, kurash juga masuk dalam beberapa ajang olahraga Asia lainnya.

Dewan Olimpiade Asia menjelaskan bahwa kurash termasuk salah satu olahraga yang mewakili kawasan Asia Tengah. Cabang ini juga masuk dalam program Asian Games Aichi-Nagoya 2026 bersama olahraga bela diri lainnya.

Pada Asian Games 2026, pertandingan kurash akan berlangsung di Aichi Budokan bersama jiu-jitsu dan wushu. Venue tersebut merupakan salah satu fasilitas bela diri utama di Jepang.

Kurash menunjukkan bahwa olahraga di Asia tidak hanya terdiri dari cabang yang dikenal secara global. Tradisi bela diri dari berbagai wilayah Asia juga berkembang menjadi olahraga kompetitif dengan aturan internasional. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....