Virtual Taekwondo Debut di Asian Games 2026, Begini Teknis Pertandingannya

  • 21 Sep 2026 16:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Teknologi virtual taekwondo dikembangkan melalui kemitraan World Taekwondo dengan perusahaan teknologi Singapura, Refract Technologies.

RRI.CO.ID, Jakarta - Virtual taekwondo merupakan salah satu cabang baru pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Olympic Council of Asia (OCA) sebelumnya telah menyetujui cabang olahraga ini masuk dalam program Asian Games pada Juni 2026.

Virtual taekwondo merupakan seni bela diri yang menggabungkan taekwondo dengan teknologi virtual reality serta pelacakan gerakan. Sistem tersebut membuat atlet mampu bertanding melalui avatar digital tanpa harus berkontak fisik secara langsung.

Dikutip dari berbagai sumber, atlet menggunakan perangkat virtual reality (VR) dan sensor pelacak gerakan pada tubuh selama pertandingan. Gerakan seperti perpindahan posisi dan tendangan kemudian diterjemahkan menjadi gerakan avatar dalam arena virtual tersebut.

Teknologi virtual taekwondo kemudian dikembangkan melalui kemitraan World Taekwondo dengan perusahaan teknologi Singapura, Refract Technologies. Sistem tersebut menggunakan teknologi motion capture agar tubuh atlet dijadikan sebagai pengendali avatar selama pertandingan berlangsung.

Berbeda dengan yang tradisional, virtual taekwondo tidak membiarkan atlet bertanding melalui kontak fisik. Serangan dinilai berdasarkan gerakan yang sukses menyentuh avatar lawan dan mengurangi indikator kekuatan atau biasa disebut power gauge.

Pertandingan virtual taekwondo di Asian Games edisi kali ini mengaplikasikan format knockout dengan peserta putra dan putri dalam satu kategori. Sebanyak 16 atlet akan mengikuti turnamen virtual tersebut.

Pertandingan akan menggunakan format best of three. Setiap ronde yang berjalan selama 60 detik.

Tidak hadirnya kelas berat menjadi salah satu perbedaan penting ketimbang pertandingan taekwondo biasa. Format virtual membuat atlet dapat bertanding tanpa pembagian kelas berat badan.

Durasi pertandingan yang singkat membuat ketepatan tendangan, kecepatan, dan pengambilan keputusan menjadi bagian yang krusial. Atlet juga perlu beradaptasi dengan jarak virtual dan keterbatasan ruang pertandingan yang berukuran empat kali empat meter.

Walaupun terlihat seperti video gim, atlet tetap membutuhkan persiapan fisik agar bisa mengikuti pertandingan virtual olahraga ini. Latihan biasanya meliputi pemanasan, latihan kardiovaskular, footwork, tendangan, reaksi, pengambilan keputusan, dan simulasi pertandingan.

Virtual taekwondo sebelumnya sudah dikenalkan pada 2023 di Olympic Esports Week Singapura. Kejuaraan dunia pertamanya kemudian diadakan pada 2024 di Singapura sebelum cabang tersebut kemudian menuju Asian Games. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....