Asih dan Billah Raih Medali Perak untuk Indonesia pada Kejuaraan Dunia di Tiongkok
- 21 Sep 2026 03:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kadek Adi Asih dan Rajiah Sallsabillah merebut medali perak nomor speed relay putri pada kejuaraan World Climbing Series di Tiongkok.
- Tim panjat tebing Indonesia mencatatkan waktu total 15,30 detik pada babak final perebutan medali emas melawan tuan rumah.
- Asisten Pelatih Fitriyani mengevaluasi konsistensi performa para atlet untuk mempersiapkan komposisi terbaik pada kompetisi mendatang.
RRI.CO.ID, Chongqing - Atlet panjat tebing Kadek Adi Asih dan Rajiah Sallsabillah sukses meraih medali perak nomor speed relay putri. Prestasi membanggakan tersebut diraih dalam kejuaraan World Climbing Series di Chongqing, Tiongkok, Minggu, 20 September 2026.
Pasangan Indonesia membukukan catatan waktu total 15,30 detik saat menghadapi tim tuan rumah Tiongkok di final. Duet Jingyue Fan dan Shaoqin Zhang menyabet medali emas setelah menorehkan waktu gabungan 12,97 detik.
Rajiah Sallsabillah mengaku bersyukur atas perolehan medali perak yang diraih bersama rekannya dalam kompetisi dunia. Pemanjat kedua Indonesia tersebut sempat terpeleset pada dinding panjat sehingga menorehkan catatan waktu 8,60 detik.
"Kunci keberhasilan kami adalah konsistensi. Kami berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap pemanjatan karena tidak ada hal yang tidak mungkin," ujar Rajiah Sallsabillah dalam keterangan kepada RRI.co.id , Senin, 21 September 2026.
Kadek Adi Asih menegaskan bahwa kedisiplinan menjalani program latihan intensif dari pelatih menjadi kunci pencapaian prestasi. Asih sebelumnya tampil solid sebagai pemanjat pertama dengan membukukan catatan waktu individu sebesar 6,70 detik.
"Kalau saya, yang harus ditingkatkan lagi mungkin fokus saat pemanjatan agar pikiran saya tidak ke mana-mana saat memanjat. Selain itu, saya harus lebih konsisten lagi dalam latihan," kata dia.
Medali perunggu nomor speed relay putri diraih tim Italia setelah menumbangkan perlawanan sengit wakil Prancis. Duet Giulla Randi dan Beatrice Colli berhasil menaklukkan pasangan Louise Fountaine bersama Capucine Viglione di perebutan perunggu.
Wakil putra Indonesia Antasyafi Robby Al Hilmi dan Raharjati Nursamsa harus terhenti pada babak perempat final. Medali emas kategori putra diraih tim Ukraina disusul Amerika Serikat serta Tiongkok di posisi podium.
Asisten Pelatih Speed Tim Nasional (Timnas) Panjat Tebing Indonesia Fitriyani mengapresiasi perjuangan keras seluruh atlet asuhannya. Indonesia belum berhasil membawa pulang medali pada nomor speed perorangan maupun nomor speed relay campuran.
"Nyatanya memang mempertahankan gelar lebih susah daripada mengejarnya. Itu menjadi PR kami. Selain itu, kami juga harus fokus meningkatkan konsistensi atlet dalam setiap babak," ujar dia.
Pihak pelatih menilai peluang untuk kembali menduetkan Asih dan Billah selalu terbuka lebar pada kejuaraan mendatang. Seluruh atlet pemanjat tebing nasional menyatakan kesiapan penuh dipasangkan dengan siapa saja saat menghadapi kompetisi resmi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....