FPTI Kirim Dua Atlet Panjat Tebing Try Out ke Slovenia

  • 01 Sep 2026 04:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • * PP FPTI mengirimkan atlet Alma Ariella Tsany dan Putra Tri Ramadani mengikuti World Climbing Series di Slovenia.
  • * Keikutsertaan dalam kejuaraan pada 4-5 September 2026 bertujuan mengasah mental dan menaikkan peringkat dunia atlet.
  • * Timnas Panjat Tebing Indonesia menargetkan raihan podium untuk nomor lead perorangan putra di Slovenia.

RRI.CO.ID, Koper - Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia mengirimkan dua atlet mengikuti kejuaraan World Climbing Series di Slovenia. Keikutsertaan dua pemanjat tebing nasional tersebut bertujuan memantapkan persiapan menjelang pelaksanaan Asian Games.

Dua wakil Indonesia yakni Alma Ariella Tsany dan Putra Tri Ramadani bersiap tampil pada nomor lead perorangan. Ajang olahraga internasional di Kota Koper tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 5 September 2026.

Persiapan terpadu terus dimaksimalkan oleh tim pelatih demi mendongkrak posisi perolehan poin pada pemeringkatan dunia. Pemusatan latihan nasional berfokus menjaga kuota partisipasi atlet Indonesia untuk agenda kompetisi musim mendatang.

Penampilan Alma Ariella Tsany yang bersiap tampil pada nomor lead perorangan , (Foto: FPTI)

Manajer Timnas Panjat Tebing Aries Susanti Rahayu memaparkan arti strategis keikutsertaan kontingen dalam kejuaraan di Eropa. "Seri Koper (Slovenia) ini bukan saja penting untuk persiapan menghadapi Asian Games, tapi juga untuk menaikkan peringkat atlet kita di World Climbing agar kuota untuk musim depan tetap terjaga," kata Aries, dalam keterangan kepada RRI.co.id , Selasa, 1 September 2026.

Aries menjelaskan bahwa Putra Tri Ramadani saat ini menduduki peringkat lima dunia pada nomor lead putra. Sementara itu pemanjat putri Alma Ariella Tsany menempati urutan 32 dalam daftar peringkat internasional.

Pelatih Lead Amri menegaskan target capaian podium tertinggi untuk nomor perorangan putra pada seri Slovenia. Penambahan jam terbang kompetisi diharapkan mampu melatih kesiapan mental atlet saat menghadapi tekanan dinding panjat.

"Kami ingin atlet kami terbiasa dengan atmosfer kompetisi yang ketat agar mekea terus memacu kemampuannya di dinding panjat," ujar Amri.

Latihan intensif nomor lead terus difokuskan untuk memperkuat daya tahan fisik serta kecermatan membaca jalur pemanjatan. Evaluasi teknis secara berkala akan dilakukan oleh tim pelatih pascapenyelenggaraan kejuaraan di Koper.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....