Asian Games 2026 Resmi Dibuka, Nagoya Hadapi Tantangan Cuaca
- 19 Sep 2026 12:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Asian Games 2026 resmi dibuka di Nagoya dengan melibatkan sekitar 17 ribu peserta dari berbagai negara Asia.
- Akomodasi dan cuaca menjadi tantangan, setelah muncul keluhan peserta serta ancaman hujan deras dan topan.
- Cabang olahraga semakin beragam, dengan hadirnya eSports, breakdance, BMX, padel, dan MMA dalam kompetisi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Asian Games 2026 Aichi-Nagoya resmi dibuka di Jepang, Sabtu, menghadirkan pesta olahraga terbesar Asia tahun ini secara meriah. Ajang tersebut berlangsung di tengah tantangan akomodasi atlet serta ancaman cuaca ekstrem yang membayangi sejumlah pertandingan selama pelaksanaan.
Upacara pembukaan berlangsung di Paloma Mizuho Stadium, Nagoya, Sabtu, 19 September 2026 mulai pukul 16.00 WIB. Sebanyak sekitar 17 ribu peserta mengikuti Asian Games 2026, melampaui jumlah peserta Olimpiade pada penyelenggaraan sebelumnya secara keseluruhan.
Para atlet dan ofisial akan bertanding dalam 45 cabang olahraga dengan total 469 medali emas diperebutkan hingga penutupan. Rangkaian pertandingan berlangsung sampai 4 Oktober, sedangkan medali emas pertama dijadwalkan diperebutkan Minggu melalui nomor individu putra triathlon.
Jumlah peserta yang besar menjadi tantangan tersendiri bagi panitia dalam menyiapkan kebutuhan selama Asian Games berlangsung di Jepang. Penyelenggara tidak menyediakan kampung atlet, melainkan menempatkan peserta di hotel, bangunan kontainer sementara, serta kapal pesiar Costa Serena.
Skema akomodasi tersebut sempat menuai keluhan dari sejumlah kontingen yang menghadapi persoalan layanan selama kedatangan mereka di Jepang. Beberapa atlet dilaporkan terlantar di bandara karena kendaraan penjemputan tidak datang sesuai kebutuhan mereka saat tiba di Nagoya.
Keluhan lainnya berkaitan dengan tempat tinggal sementara, termasuk ukuran tempat tidur yang dinilai terlalu pendek bagi sebagian atlet. Kondisi tersebut menjadi perhatian penyelenggara karena kenyamanan peserta turut menentukan kelancaran persiapan sebelum bertanding dalam berbagai cabang olahraga.
Persiapan Asian Games 2026 juga menghadapi tantangan cuaca setelah hujan deras mengguyur Jepang pada pekan sebelumnya hingga kini. Sejumlah wilayah Nagoya sempat terendam, sementara ancaman topan menuju Jepang timur kembali meningkatkan perhatian panitia terhadap kondisi cuaca.
Prakiraan cuaca menyebut topan berpotensi mencapai pulau utama Jepang, termasuk wilayah Nagoya, pada Minggu atau Senin pekan berikutnya. Cuaca buruk berpotensi memengaruhi transportasi dan jadwal pertandingan, sehingga panitia perlu menyesuaikan persiapan dengan perkembangan kondisi terkini setempat.
Meski menghadapi sejumlah kendala, panitia tetap menargetkan penyelenggaraan Asian Games 2026 berlangsung meriah dan menarik perhatian dunia internasional. Ajang ini juga menjadi kesempatan bagi atlet tertentu untuk mengejar tiket Olimpiade 2028 melalui beberapa cabang olahraga pilihan.
Sejumlah pertandingan telah berlangsung sebelum upacara pembukaan, termasuk bola basket, sepak bola, dan kriket yang digelar di Jepang. Format pertandingan kembali mempertemukan olahraga Olimpiade dengan cabang yang populer di kawasan Asia seperti sepak takraw dan kabaddi.
Atletik dan renang hadir bersama cabang olahraga Asia yang memiliki basis penggemar di berbagai negara peserta tahun ini. Komposisi tersebut membuat Asian Games tetap menjadi ruang pertemuan beragam tradisi olahraga dari berbagai kawasan Asia dan dunia.
Penyelenggara turut menghadirkan eSports, breakdance, dan BMX untuk menjangkau penonton muda sekaligus memperluas daya tarik kompetisi Asia modern. Padel dan mixed martial arts atau MMA juga untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam penyelenggaraan Asian Games tahun ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....