Tanggapi Aksi Galang Dana, Kemenpora Tegaskan Dukung Atlet Disabilitas
- 01 Sep 2026 23:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenpora menegaskan komitmen mendukung pembinaan atlet disabilitas di seluruh Indonesia, menanggapi narasi atlet tunarungu yang menggalang dana mandiri untuk kejuaraan internasional.
- Menurut Kemenpora, pendanaan APBN hanya dapat diberikan kepada organisasi yang diakui federasi olahraga internasional sesuai aturan.
- Pemerintah mendukung pembinaan atlet disabilitas melalui fasilitas latihan, pendanaan kejuaraan, dan bonus atlet berprestasi.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan dukungan terhadap pembinaan atlet disabilitas di seluruh Indonesia. Pernyataan ini disampaikan menyusul narasi atlet tunarungu yang menggalang dana mandiri untuk kejuaraan internasional.
Plt. Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Budi Ariyanto Muslim, menyampaikan tanggapannya saat ditemui di Jakarta, Selasa, 1 September 2026. Menurutnya, mekanisme penyaluran pendanaan negara hanya dapat disalurkan kepada organisasi yang diakui federasi internasional berdasarkan Undang-Undang Keolahragaan.
“Sesuai dengan Undang-Undang Keolahragaan, pendanaan yang secara sah bisa kita berikan adalah kepada organisasi yang diakui oleh organisasi internasional. Untuk olahraga tunarungu, yang secara sah diakui International Committee of Sports for the Deaf (ICSD) adalah Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) yang dipimpin oleh Dimyati Hakim,” kata Budi.
Ia menyampaikan Kemenpora telah mengetahui rencana keberangkatan atlet tunarungu menuju Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championship 2026 di Penang. Keberangkatan tersebut direncanakan dan diorganisir Perhimpunan Olahraga Tuna Rungu Indonesia atau PORTURIN, bukan PATRIN.
“Kami sangat menyayangkan adanya narasi bahwa pemerintah tidak hadir. Tetapi kita juga punya regulasi dan aturan tentang organisasi mana yang mendapatkan bantuan pendanaan dari pemerintah,” ujarnya.
Budi menambahkan, Kemenpora bersama NPC Indonesia tetap fokus pada dinamika yang terjadi antara PORTURIN dan PATRIN. Ia berharap seluruh pihak mendukung pengembangan olahraga nasional, termasuk pembinaan atlet disabilitas.
Kemenpora juga menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola pembinaan olahraga bersama NPC Indonesia. “Tentu kami akan melakukan evaluasi secara objektif dan menyeluruh dengan berpedoman anggaran dasar ICSD serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,” jelas Budi.
Sementara itu, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menyebut pemerintah konsisten mendukung pembinaan olahraga disabilitas bersama NPC Indonesia. Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui pembangunan fasilitas Paralympic Training Center Indonesia di Jawa Tengah.
“Kemenpora dan NPC Indonesia selalu konsisten mendukung atlet disabilitas Indonesia, antara lain dukungan finansial untuk fasilitas Paralympic Training Center di Karanganyar. Fasilitas ini adalah yang terbaik di Asia Tenggara,” kata Surono.
Ia mengatakan pemerintah turut memberikan dukungan finansial untuk pengiriman atlet ke ASEAN Para Games dan Asian Para Games. Pemerintah juga menambah bonus bagi atlet berprestasi melalui kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....