PATRIN Klarifikasi isu Atlet Tunarungu, Tegaskan Legitimasi Internasional
- 31 Agt 2026 19:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perkumpulan Atlet TunaPATRIN menyampaikan klarifikasi terkait informasi yang beredar soal adanya atlet tunarungu Indonesia yang disebut harus melakukan penggalangan dana mandiri untuk mengikuti kejuaraan olahraga internasional
RRI.CO.ID, Jakarta – Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) menyampaikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di masyarakat. Klarifikasi soal adanya atlet tunarungu Indonesia yang disebut harus melakukan penggalangan dana secara mandiri untuk mengikuti kejuaraan olahraga internasional.
Ketua Umum PATRIN Pusat Dimyati Hakim bersama Wakil Sekretaris Jenderal DPP PATRIN Agung Baghaskoro menyampaikan bantahan terkait hal tersebut. Dalam keterangan resminya, Kamis 28 Agustus 2026, Agung menegaskan bahwa PATRIN merupakan organisasi resmi.
PATRIN dikenal di kancah internasional dengan nama IADA atau Indonesian Association of the Deaf Athlete. IADA merupakan satu-satunya organisasi di Indonesia yang diakui oleh International Committee of Sports for the Deaf (ICSD).
| Baca juga: Indonesia Rebut Emas-Perunggu SEA Youth 2026 |
“Kami tegaskan, PATRIN atau IADA di internasional adalah organisasi resmi dan satu-satunya yang diakui oleh ICSD. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bapak Dimyati Hakim, kami memiliki legitimasi untuk menaungi, membina, dan mengirimkan atlet tunarungu Indonesia ke ajang resmi internasional,” tegas Agung.
ICSD mengakui IADA sebagai organisasi yang menaungi olahraga tunarungu di tingkat internasional. PATRIN menegaskan bahwa pengiriman dan keikutsertaan atlet tunarungu Indonesia dalam kegiatan olahraga internasional selama ini ditempuh melalui mekanisme dan koordinasi resmi.
Agung memastikan hubungan dan koordinasi PATRIN/IADA bersama National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) berjalan baik. Menurutnya, setiap pengiriman kontingen resmi yang mengatasnamakan Indonesia dilakukan melalui koordinasi berjenjang dengan pihak-pihak terkait.
“Berkaitan dengan isu pengiriman atlet tunarungu yang harus menggalang dana, kami sebagai organisasi resmi dan satu-satunya yang diakui ICSD, baik saya bersama Ketua PATRIN Pusat Bapak Dimyati Hakim, tidak mengetahui sama sekali,” ujarnya.
PATRIN menegaskan pihaknya tidak pernah menerima koordinasi resmi. Maupun, memberikan persetujuan terkait penggalangan dana masyarakat untuk pengiriman atlet tunarungu Indonesia ke kejuaraan internasional sebagaimana informasi yang beredar.
PATRIN menyayangkan adanya informasi mengenai pengiriman atlet yang mengatasnamakan Indonesia tanpa melalui koordinasi resmi dengan PATRIN/IADA, NPC Indonesia, dan Kemenpora. PATRIN akan melakukan komunikasi dan koordinasi lebih lanjut dengan seluruh pihak terkait untuk memperoleh kejelasan mengenai persoalan tersebut.
“Kami akan segera mencoba berkomunikasi dan menelusuri mengapa atlet-atlet tersebut bisa dikirim tanpa koordinasi secara resmi kepada kami selaku PATRIN/IADA, kepada NPC, dan kepada Kemenpora. Ini harus diluruskan agar tidak merugikan atlet dan mencoreng nama baik Indonesia di mata internasional,” kata Agung.
Langkah komunikasi dilakukan agar setiap proses pengiriman dan keikutsertaan atlet tunarungu Indonesia pada ajang internasional dapat berjalan secara transparan. Serta terkoordinasi, dan profesional, dengan tetap menempatkan kepentingan serta masa depan atlet sebagai prioritas.
Di sisi lain, PATRIN menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemenpora RI atas dukungan yang selama ini diberikan. “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemenpora yang selama ini konsisten memberikan dukungan dan support penuh kepada PATRIN dan para atlet tunarungu,” ujar Agung
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....