NPC Indonesia dan Kemenpora Perkuat Pembinaan Atlet Disabilitas
- 31 Agt 2026 22:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- NPC Indonesia memperkuat sinergi pembinaan atlet disabilitas secara akuntabel bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga.
- Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia memayungi pembinaan atlet tuli di bawah keanggotaan resmi federasi internasional.
- Pemerintah memfasilitasi keberangkatan kontingen atlet disabilitas menuju Asian Para Games 2026 menggunakan pesawat carteran khusus.
RRI.CO.ID, Solo - National Paralympic Committee of Indonesia memperkuat sinergi bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membina atlet. Pemerintah memfasilitasi atlet berprestasi dan atlet muda potensial untuk bertanding pada berbagai kejuaraan internasional.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan untuk merespons perbincangan publik mengenai aksi penggalangan dana atlet disabilitas rungu. NPC Indonesia menyatakan informasi tersebut melalui siaran pers pada hari Senin, 31 Agustus 2026.
Kepala Departemen Hukum NPC Indonesia Satriawan Sulaksono menjelaskan prosedur resmi pengiriman atlet ke luar negeri. Penentuan kejuaraan wajib melewati proses konsolidasi perencanaan jangka panjang bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga.
"Keikutsertaan atlet NPC Indonesia dalam kejuaraan internasional merupakan bagian dari rangkaian tryout pemusatan latihan nasional menuju Paralimpiade yang bertujuan mengumpulkan poin demi memenuhi syarat kualifikasi, melalui proses perencanaan dan review dengan Kemenpora sebelumnya," ucap Satriawan Sulaksono.
Satriawan menegaskan bahwa status keanggotaan federasi internasional menjadi syarat utama partisipasi ajang olahraga tuli. Ajang internasional olahraga khusus tuli tingkat dunia tersebut dikenal secara umum sebagai ajang Deaflympics.
"Sebagaimana NPC Indonesia bernaung di bawah IPC, APC, dan APSF, maka pembinaan olahraga prestasi tuna rungu di Indonesia seharusnya bernaung pada organisasi yang diakui oleh ICSD sebagai lembaga tertinggi olahraga tuna rungu,” ujar Satriawan.
Ia mengimbau seluruh atlet tunarungu agar segera menuntaskan langkah konsolidasi serta tata kelola administratif. Indonesia memiliki Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) yang diakui International Committee of Sports for the Deaf.
"Sahabat atlet Tuli yang ingin berprestasi di kancah olahraga tidak perlu khawatir. Pemerintah melalui Kemenpora sangat berkomitmen mendukung kemajuan dan prestasi olahraga disabilitas, baik di tingkat nasional maupun internasional," kata Satriawan.
"Kami berharap seluruh atlet tunarungu yang saat ini aktif bisa bergabung atau berkomunikasi dengan PATRIN, sehingga bisa mengikuti event-event internasional yang diselenggarakan," ucapnya.
Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Rima Ferdianto menegaskan independensi tata kelola kedua organisasi tersebut. NPC Indonesia dan Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia berdiri di bawah naungan federasi internasional yang berbeda.
"Kemenpora juga sudah mengundang, siapa organisasi yang berhak menangani atlet tunarungu dengan membawa semua legalitas dan dokumen, mereka yang menunjukkan bahwa mereka adalah member dari federasi internasional. Jadi sebenarnya masalah ini sudah clear bahwa atlet tuna rungu bukan dari NPC Indonesia yang memberangkatkan, namun dari federasi nasional tuna rungu yang bernama PATRIN," ujar Rima Ferdianto.
"Karena tentu saja setiap ada pengiriman atlet ke luar negeri kan harus ada review, seperti halnya kita dengan Kemenpora, ada kolaborasi, ada review tentang mana atlet yang pantas dikirimkan ke luar negeri dan mana atlet yang belum bisa diberangkatkan ke luar negeri. Jadi tidak bisa ditetapkan hanya satu pihak saja, karena selama ini antara kami dengan Kemenpora selalu seperti itu. Siapapun yang akan kita berangkatkan selalu ada dasar prestasi atau catatan waktu atlet-atlet tersebut," katanya.
NPC Indonesia saat ini berfokus mempersiapkan atlet menuju ajang Asian Para Games 2026 di Jepang. Pemerintah menyediakan pesawat carteran khusus untuk memboyong rombongan atlet menuju Nagoya pada 18 Oktober 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....