NPC Indonesia Dukung Skema Anggaran Multiyears Pelatnas

  • 23 Jun 2026 22:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • NPC Indonesia menyambut positif kebijakan anggaran pelatnas multiyears dari pemerintah.
  • Kebijakan anggaran jangka panjang ini mencegah jeda latihan yang sering terjadi setiap awal tahun.
  • Tim pelatih atletik kini fokus mempersiapkan performa maksimal para atlet menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.

RRI.CO.ID, Solo - National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menyetujui penerapan skema anggaran multiyears untuk pemusatan latihan nasional. Kebijakan ini dinilai menjadi langkah konkret dalam membantu para atlet meraih prestasi olahraga internasional.

Presiden Prabowo Subianto mendukung hal tersebut seusai mendengar pemaparan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Pertemuan penting kedua tokoh negara tersebut berlangsung di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat, 19 Juni 2026.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) NPC Indonesia Rima Ferdianto memberikan apresiasi besar atas dukungan kebijakan anggaran tersebut. Ia menyampaikan pernyataan tersebut secara langsung di Kota Solo pada Selasa, 23 Juni 2026.

"Kita apresiasi sekali bapak Menpora Erick Thohir mengenai anggaran multiyears yang mendapat dukungan dari bapak Prabowo Subianto. Karena memang salah satu kunci pembinaan jangka panjang adalah pelatnas yang tidak terputus. Ketika anggarannya masih skema single year biasanya sampai bulan Desember, lalu Pelatnasnya terputus di awal tahun karena menunggu sampai ada anggaran lagi," kata Rima Ferdianto.

Rima menerangkan bahwa ketiadaan jeda waktu latihan sangat membantu pelatih menyusun program kerja berkala. Program pelatnas sebelumnya sering kali terhambat pada awal tahun karena proses administrasi pencairan dana negara.

"Dengan adanya pelatnas yang tanpa terputus, pelatih akan dengan mudah melakukan program agar para atlet mencapai performa puncaknya. Ketika pelatnas terputus, maka pelatih akan kesulitan menentukan program para atlet untuk kembali ke performa terbaik," ujar Rima.

Dia berharap agar kebijakan anggaran jangka panjang ini segera disahkan melalui Peraturan Presiden (Perpres). Regulasi baru ini akan melengkapi Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

"Kita berharap ada lagi nanti Perpres yang mengatur mengenai tata kelola anggaran, sehingga pembinaan melalui pelatnas jangka panjang tidak terputus sama sekali. Jadi bisa saling melengkapi antara Perpres DBON dengan Perpres anggaran multiyears, agar nantinya target ambisius dari DBON mencapai lima besar Olimpiade dan Paralimpiade jadi tidak mustahil lagi," katanya.

Koordinator pelatih para atletik Indonesia Purwo Adi Sanyoto turut memberikan tanggapan positif terhadap kebijakan baru. Cabang olahraga tersebut menjadi prioritas utama pemerintah dalam upaya mendulang medali pada ajang internasional.

"Tentunya kebijakan tersebut menguntungkan kami sebagai pelatih untuk menyusun program latihan, sehingga dalam mempersiapkan atlet untuk mengikuti seluruh rangkaian kompetisi menjadi lebih maksimal. Tidak ada jeda waktu untuk berhenti lama sehingga latihan akan terus berjalan," ucap Purwo Adi.

Purwo kini fokus mempersiapkan para atlet binaannya menuju pesta olahraga akbar Paralimpiade Los Angeles 2028. Tim pelatih terus memantau perkembangan fisik seluruh atlet demi menjaga peluang kemenangan kontingen Indonesia.

"Para atlet jadi terbantu dengan adanya skema anggaran multiyears ini agar terus bisa mempersembahkan prestasi untuk Indonesia," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....