Masuk 'Hall of Fame', Federer Kenang Perjalanan Karier dan Kecintaan pada Tenis
- 30 Agt 2026 22:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Nama Roger Federer resmi masuk International Tennis Hall of Fame melalui seremoni di Newport.
- Dalam pidatonya, Federer lebih banyak mengenang keluarga, masa kecil, dan kecintaannya terhadap tenis.
- Ia menegaskan tenis tetap menjadi bagian penting dalam kehidupannya meski sudah pensiun.
RRI.CO.ID, Jakarta – Roger Federer menyampaikan pidato penuh haru setelah namanya masuk ke dalam “International Tennis Hall of Fame”. Legenda Swiss itu mengenang perjalanan karier, keluarga, serta kecintaannya terhadap tenis.
Pidato tersebut disampaikan Federer pada acara di Newport, Rhode Island, Minggu, 30 Agustus 2026. Dilansir dari ATP, ia beberapa kali menghentikan pidatonya karena menahan tangis di hadapan para tamu.
“Berada di tempat seperti ini sungguh luar biasa dan sangat berarti bagi saya. Ini merupakan salah satu kehormatan terbesar dalam hidup saya,” kata Federer, dikutip dari ATP.
Bintang berusia 45 tahun itu mengaku pencapaian tersebut bukan tujuan utamanya selama menjalani karier sebagai petenis profesional. Ia mengatakan kecintaan terhadap permainan menjadi alasan utama dirinya terus menekuni tenis.
“Kami bermain tenis dan kami adalah petenis, bagi saya itulah inti semuanya. Ketika kerja dan bermain menyatu, itulah perasaan terbaik yang bisa dirasakan,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Federer juga mengingat masa kecilnya ketika menjadi ball boy di Basel pada usia 13 tahun. Ia mengenang kedekatannya dengan para pemain serta pengalaman menyaksikan pertandingan dari sisi lapangan.
Federer juga menceritakan awal kecintaannya terhadap tenis yang dimulai sejak berusia tiga tahun. Ia mengatakan ayahnya memiliki raket kayu yang dahulu digunakannya untuk bermain dengan kedua tangan.
“Saya tumbuh dengan raket kayu dan bola tenis putih. Dahulu saya menggunakan forehand dan backhand dengan kedua tangan,” katanya.
Federer tidak banyak membahas rekor maupun prestasi selama pidatonya di Hall of Fame. Ia justru menyoroti berbagai kenangan kecil, termasuk ribuan ikat kepala dan kaus kaki yang digunakannya.
Federer turut memberikan penghormatan kepada kedua orang tuanya, Lynette dan Robert, yang mendukung perjalanan tenisnya sejak kecil. Ia menyebut ibunya membantu mengatur latihan, pertandingan, serta mendukung para pelatihnya.
Momen paling emosional terjadi ketika Federer mengenang istrinya, Mirka, yang disebutnya selalu memberikan inspirasi. “Mirka menginspirasi saya setiap hari dan membuat hal mustahil menjadi mungkin dalam kehidupan kami,” ujarnya.
Federer mengatakan dirinya selalu berusaha mempertahankan jati diri sepanjang perjalanan kariernya. Ia juga ingin menunjukkan kecintaan terhadap tenis sekaligus memberikan hiburan, inspirasi, dan kegembiraan kepada penonton.
Meski sudah tidak berkompetisi, Federer menegaskan tenis tetap menjadi bagian penting dalam kehidupannya. “Anak laki-laki dari Basel ini berterima kasih atas kehormatan luar biasa tersebut,” kata Federer menutup pidatonya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....