Fikri Target Juara Dunia, Fokus ke India dengan Optimisme Tinggi

  • 13 Agt 2026 10:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Muhammad Shohibul Fikri dan Fajar menargetkan gelar juara dunia bulutangkis di India sebagai hadiah kemerdekaan Indonesia ke-81.
  • Pasangan ganda putra ini datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih dua gelar beruntun di Kejuaraan bulutangkis Jepang dan China.
  • Fikri menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan dan latihan untuk meningkatkan performa di setiap pertandingan menjelang kejuaraan dunia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ganda putra Muhammad Shohibul Fikri menatap Kejuaraan Dunia Bulutangkis di India dengan optimisme tinggi. Sebelumnya ia dan Fajar meraih dua gelar beruntun di Jepang dan China, serta menargetkan gelar juara dunia untuk menjadi hadiah kemerdekaan Indonesia ke-81.

"Hasil di Jepang dan China membuat kami lebih percaya diri. Tetapi di setiap pertandingan para pemain pasti kembali berlatih dan mengevaluasi kekurangan mereka," ujar Fikri di Pelatnas Cipayung, Rabu 12 Agustus 2026.

Peluang di World Championship terbuka lebar untuk siapa pun. "Kami tidak boleh lengah menghadapi siapa pun, pemain di bawah jajaran top pun bisa menjadi kuda hitam," katanya.

Fikri dan Fajar terus melakukan perubahan permainan dengan menganalisis video bersama pelatih. "Setelah mengetahui kelemahan, pelatih sudah tahu program latihan yang tepat untuk saya dan Fajar," ujarnya.

World Championship di India menuntut adaptasi cepat terhadap kondisi. "Kami mengambil sisi positifnya dan jangan sampai terganggu dengan kondisi seperti itu," katanya.

Dua kemenangan atas pasangan Korea Kim/Seo memberi kepercayaan diri tambahan. "Kemarin kami lebih siap dibandingkan pasangan Korea, dan hubungan di luar lapangan sangat baik," ujar Fikri.

Proses setelah setahun tanpa juara mengajarkan kesabaran dan fokus latihan. "Saya sempat berpikir mungkin rezeki saya sampai di situ, tapi tetap berusaha," ucapnya.

Dua gelar juara menjadi motivasi, bukan beban, meskipun target juara dunia sudah ditetapkan PBSI. "Sebelum juara pun kami sudah ditargetkan tinggi," katanya.

Fikri mengaku sempat terpukul setelah tersingkir di Indonesia Open. "Setelah itu saya berpikir lagi, kenapa bisa seperti itu, dan itu menjadi pecutan tersendiri," katanya.

Persaingan di ganda putra Indonesia semakin ketat dengan Raymond/Joaquin dan Leo/Daniel. "Kami bersaing secara sehat untuk menjadi yang terbaik di antara yang terbaik," ujarnya.

Fikri merasakan performa terbaik kariernya bersama Fajar. "Komunikasi dengan partner dan pelatih sangat berpengaruh untuk strategi di lapangan," katanya.

Fikri fokus ke World Championship terlebih dahulu sebelum memikirkan China Masters dan Asian Games. "Idealnya tiga event besar jangan terlalu berdekatan karena sangat melelahkan bagi atlet," ucapnya.

Beban juara sudah terbiasa dan menjadi motivasi untuk terus berjuang. "Ya sudah, kalau menang menang, kalau kalah kalah," ujarnya santai.

Fikri juga mengurus persiapan pernikahan di sela latihan dengan memanfaatkan waktu libur. "Setelah pulang kemarin kami mendapat libur dua hari, jadi saya manfaatkan waktu itu,".

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....