Ken Swagumilang Raih Dua Gelar di Para-meter Archery Indonesia Open

  • 10 Agt 2026 20:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ken Swagumilang meraih dua medali emas di Para-meter Archery Indonesia Open 2026 pada nomor individu compound dan mixed team bersama Teodora Audi.
  • Ken mengalahkan Dimas Maulana di final individu dengan skor 142-138 setelah melewati semifinal mengalahkan juara POMNAS 2025 Muhammad Faris Ardiansyah dengan skor 147-145.
  • Kompetisi para panahan internasional diselenggarakan di Lapangan FKIP Universitas Sebelas Maret Solo pada 7-8 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Solo - Atlet para panahan Indonesia Ken Swagumilang meraih dua medali emas di Para-meter Archery Indonesia Open 2026. Laga digelar di Lapangan FKIP UNS Solo, Sabtu-Minggu 7-8 Agutus 2026, pada nomor individu compound dan mixed team bersama Teodora Audi.

Ken mengalahkan Dimas Maulana di final individu dengan skor 142-138. Ia di semifinal mengalahkan juara POMNAS 2025 Muhammad Faris Ardiansyah 147-145.

Ken/Audi mengalahkan Dimas/Qanita Syauqina di final mixed team dengan skor 152-147. Tim para panahan Indonesia juga meraih perak dari mixed team recurve lewat Kholidin/Noviera Ross yang kalah 1-5 dari wakil PPLOP Jawa Tengah.

Indonesia menjadi juara umum dengan dua emas dan satu perak, mengungguli PPLOP Jateng (dua emas satu perunggu) dan Kota Solo (satu emas satu perak satu perunggu). Turnamen diikuti 65 peserta, termasuk 40 atlet non disabilitas, untuk menguji mentalitas bertanding para atlet disabilitas jelang Asian Para Games 2026.

Pelatih Idya Putra Harjianto mengatakan pertandingan dengan atlet non disabilitas membantu persiapan menuju kejuaraan besar. "Biasanya mereka bertanding sesama disabilitas, kali ini didatangkan atlet non disabilitas, pertarungan mental sangat membantu," ujarnya.

Turnamen menerapkan sistem alternate shoot untuk membiasakan atlet jelang kejuaraan dunia di Ceko dan Asian Para Games. "Kita memberlakukan sistem alternate shoot yang jarang dijumpai di Indonesia," ucap Idya.

Ketua penyelenggara Rameez Ali mengatakan tujuan turnamen menguji kesiapan dan menjalin solidaritas antara pemanah disabilitas dan non disabilitas.

"Kami ingin menambah solidaritas yang selama ini mungkin belum pernah bertanding bersama," ujarnya.

Ken berharap turnamen tahun depan dibuat lebih besar dengan peserta lebih banyak. Asyifa Putri El Zahra mengaku senang bisa berpartisipasi dan merasakan persaingan sengit meski sempat shoot off.

Tim para panahan akan mengikuti Hyundai World Archery Para Series di India pada 5-9 September 2026. Ajang ini penting untuk memburu poin menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....