Atlet Taekwondo Indonesia Bidik Penampilan Terbaik
- 02 Agt 2026 16:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Atlet taekwondo Indonesia mengaku telah menjalani persiapan matang untuk menghadapi 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026.
- Persaingan di level Asia dinilai semakin ketat, terutama menghadapi atlet dari Korea Selatan, Singapura, Hong Kong, dan Filipina.
- Indonesia Open menjadi ajang penting menuju Asian Games Aichi-Nagoya, sekaligus diharapkan dapat terus digelar untuk mendukung perkembangan taekwondo nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Atlet taekwondo poomsae Indonesia optimistis menghadapi persaingan di 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026. Meski menargetkan hasil terbaik, mereka memilih fokus tampil maksimal dan menghindari cedera selama bertanding.
Atlet Tim Nasional Poomsae Indonesia, Muhammad Riza, mengatakan persiapan tim telah dilakukan secara matang sebelum tampil di kejuaraan tersebut. Menurutnya, hasil latihan mulai terlihat setelah Indonesia meraih dua medali emas pada nomor individu putra dan pasangan.
"Persiapannya cukup luar biasa. Sudah matang dan sekarang tinggal bertanding saja. Alhamdulillah kemarin kami sudah mendapatkan dua medali emas di nomor individu putra dan pasangan," ujar Riza kepada RRI.co.id di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu, 2 Agustus 2026.
Riza mengaku bangga bisa tampil di hadapan publik masyarakat Indonesia. Ia menilai atmosfer kejuaraan kali ini sangat meriah, mulai dari kesiapan atlet hingga penyelenggaraan yang membuatnya teringat suasana Olimpiade.
"Tentunya senang sekali bertanding di rumah sendiri. Eventnya besar dan atmosfernya seperti Olimpiade, baik dari persiapan atlet maupun venue yang menurut saya luar biasa," katanya.
Meski bertanding di kandang, Riza menilai persaingan pada nomor poomsae di kawasan Asia tetap berlangsung ketat. Sejumlah negara seperti Korea Selatan, Singapura, Hong Kong, dan Filipina masih menjadi lawan terberat Indonesia.
"Persaingan di Asia cukup ketat. Ada Korea, Singapura, Hong Kong, dan Filipina yang menjadi negara-negara kuat di nomor poomsae," ucapnya.
Menurut Riza, tantangan terbesar dalam nomor poomsae bukan berasal dari lawan, melainkan dari diri sendiri. Ia menilai kepercayaan diri menjadi faktor utama untuk menampilkan performa terbaik.
"Kalau di poomsae tantangan utamanya adalah melawan diri sendiri. Kalau kita yakin bisa, maka peluang untuk tampil maksimal juga semakin besar," ujarnya.
Sementara itu, atlet Muhammad Syarif Hidayatullah atau Dayat mengatakan dirinya ingin memanfaatkan kejuaraan ini sebagai ajang menambah pengalaman. Ia baru bergabung dengan tim nasional dan berharap penampilannya dapat menjadi bekal menuju SEA Games tahun depan.
"Yang penting saya bisa tampil maksimal, tetap fokus, dan tidak berantakan saat bertanding. Target saya ke depan adalah bisa tampil di SEA Games tahun depan," kata Dayat.
Riza berharap Indonesia dapat kembali dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan internasional serupa pada masa mendatang. Menurutnya, semakin banyak turnamen digelar di Indonesia akan membantu meningkatkan kualitas atlet nasional.
"Kami berharap event seperti ini bisa terus diselenggarakan di Indonesia. Semakin banyak kejuaraan internasional, tentu akan semakin baik untuk perkembangan taekwondo Indonesia," ujarnya.
Meski memiliki target meraih medali emas, Riza menegaskan fokus utama tim adalah memberikan penampilan terbaik. Ia juga menyebut Indonesia Open menjadi batu loncatan penting menuju Asian Games Aichi-Nagoya.
"Target tentu emas, tetapi yang paling penting kami bisa tampil maksimal dan terhindar dari cedera. Kejuaraan ini juga menjadi langkah penting menuju Asian Games Aichi-Nagoya," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....