Pacu Kuda Sumba Bersiap Tampil di PON XXII 2028

  • 29 Jul 2026 21:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pacu Kuda Sumba dipersiapkan menjadi bagian dari cabang olahraga pada PON XXII/2028 NTT-NTB
  • Konfederasi Nasional Pordasi meninjau sejumlah venue untuk memastikan kesiapan fasilitas dan standar keselamatan
  • Pengembangan arena pacu kuda diarahkan menuju penyelenggaraan profesional tanpa meninggalkan nilai budaya lokal

RRI.CO.ID, Sumba – Pacu Kuda Sumba bersiap memasuki panggung olahraga nasional melalui penyelenggaraan PON XXII/2028 NTT-NTB. Tradisi masyarakat Sumba ini akan tampil di panggung nasional, sebagaimana dilansir dari KONI pada Rabu, 29 Juli 2026.

Ketua Presidium Konfederasi Nasional Pordasi Triwatty Marciano melakukan kunjungan ke sejumlah arena pacu. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan venue menghadapi agenda olahraga nasional mendatang.

Dalam kunjungan pada pekan lalu, Pordasi meninjau tiga arena pacu kuda. Beberapa lokasi tersebut memiliki potensi dikembangkan sebagai pusat pembinaan olahraga berkuda.

Salah satu venue yang menjadi perhatian adalah Arena Pacu Kuda Pada Eweta Waikabubak. Arena tersebut telah ditetapkan sebagai venue cabang olahraga Pacu Kuda PON XXII/2028 NTT-NTB.

Selain Pada Eweta, Pordasi juga meninjau Lapangan Omba Calo Sumba Barat Daya. Venue tersebut diproyeksikan berkembang menjadi arena pacu kuda berstandar internasional.

Peninjauan juga dilakukan di Lapangan Pacu Rihi Eti Prailiu Sumba Timur. Lokasi tersebut menjadi salah satu arena potensial untuk mendukung pembinaan atlet daerah.

Triwatty Marciano menegaskan peningkatan kualitas venue menjadi bagian penting pengembangan olahraga berkuda. Menurutnya, prestasi harus didukung penyelenggaraan yang memiliki standar keamanan dan profesional.

“Konfederasi Nasional Pordasi berkomitmen meningkatkan kualitas venue Pacuan Kuda di NTT agar memenuhi standar nasional maupun internasional,” kata Triwatty Marciano.

Ia menjelaskan peningkatan kualitas tersebut mencakup lintasan, fasilitas pendukung, serta sistem keamanan arena. Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi atlet, kuda, dan masyarakat selama pertandingan.

Konfederasi Nasional Pordasi juga memastikan transformasi pacu kuda tetap mempertahankan budaya lokal. Tradisi masyarakat Sumba akan menjadi kekuatan dalam pengembangan olahraga berkuda nasional.

Pacu Kuda Sumba selama ini memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat setempat. Tradisi tersebut diwariskan lintas generasi dan menjadi identitas Pulau 1000 Kuda.

Melalui PON XXII/2028 NTT-NTB, Pacu Kuda Sumba memperoleh pengakuan lebih luas. Kehadiran cabang tersebut menjadi peluang memperkenalkan budaya berkuda kepada masyarakat Indonesia.

Pordasi berharap pengembangan venue dan pembinaan atlet dapat berjalan berkelanjutan. Dengan persiapan matang, Pacu Kuda Sumba diharapkan mampu melahirkan atlet berprestasi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....