Pordasi Lindungi Joki Cilik Sumba lewat Kampanye Aman Berprestasi
- 29 Jul 2026 21:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Konfederasi Nasional Pordasi menjalankan kampanye Aman Berprestasi untuk meningkatkan keselamatan joki cilik Sumba
- Sebanyak 90 body protector dan helm diberikan kepada pemerintah daerah sebagai perlindungan atlet muda
- Pordasi mendorong standar keselamatan menjadi bagian penting dalam pembinaan pacu kuda Indonesia
RRI.CO.ID, Sumba – Konfederasi Nasional Pordasi menggaungkan kampanye 'Aman Berprestasi' untuk melindungi joki cilik Sumba. Langkah tersebut dilakukan menjelang penyelenggaraan PON XXII/2028 NTT-NTB yang melibatkan cabang olahraga pacu kuda.
Dilansir dari keteragan KONI pada Rabu, 29 Juli 2026, kampanye dilakukan saat kunjungan Konfederasi Nasional Pordasi. Ketua Presidium Konfederasi Nasional Pordasi Triwatty Marciano melakukan kunjungan ke sejumlah arena pacu untuk melihat perkembangan olahraga berkuda.
Dalam kunjungan tersebut, Pordasi memastikan pembinaan pacu kuda berjalan dengan standar keselamatan. Perlindungan atlet menjadi perhatian utama karena mereka merupakan aset olahraga nasional.
Sebagai bentuk nyata kampanye Aman Berprestasi, Pordasi menyerahkan 90 body protector. Perlengkapan keselamatan tersebut diberikan kepada pemerintah daerah di empat kabupaten Pulau Sumba.
Penyerahan dilakukan kepada pemerintah daerah Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Timur. Peralatan tersebut nantinya digunakan para joki cilik dalam latihan maupun kompetisi.
Sebanyak 45 set perlengkapan keselamatan langsung digunakan joki cilik pada Kejuaraan Pacu Kuda Piala Bupati Sumba Barat 2026. Sementara perlengkapan lainnya diserahkan untuk pembinaan jangka panjang daerah.
Triwatty Marciano menegaskan perlindungan joki cilik menjadi prioritas dalam pengembangan olahraga berkuda. Menurutnya, prestasi harus dibangun dengan memperhatikan keselamatan atlet sejak usia dini.
“Melalui kampanye Aman Berprestasi, kami memastikan anak-anak tetap mengembangkan bakat dengan perlindungan memadai,” ujar Triwatty Marciano. Ia menilai joki cilik merupakan calon atlet masa depan Indonesia.
Pordasi juga mendorong pemerintah daerah menjadikan helm dan body protector sebagai standar wajib. Kebijakan tersebut diterapkan dalam latihan maupun kompetisi pacuan kuda tradisional.
Langkah ini menjadi bagian transformasi tata kelola olahraga berkuda Indonesia menuju profesional. Pordasi tetap menjaga nilai budaya lokal yang berkembang di masyarakat Sumba.
Perlengkapan keselamatan yang diberikan merupakan hasil produksi dalam negeri Indonesia. Hal tersebut menunjukkan komitmen Pordasi mendukung industri nasional bidang olahraga.
Melalui program Aman Berprestasi, Pordasi berharap pacu kuda Sumba semakin berkembang. Tradisi berkuda lokal dapat terus berjalan dengan memperhatikan keamanan para pelaku olahraga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....