Rachel/Febi Kalah di Perempat Final China Open 2026

  • 25 Jul 2026 15:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ganda putri Indonesia Rachel Allesya Rose dan Febi Setianingrum gugur di perempat final China Open 2026 setelah dikalahkan pasangan unggulan ke delapan Li Yi Jing dan Luo Xu Min dengan skor 18-21, 18-21.
  • Pertandingan berlangsung selama 45 menit di lapangan 1 Olympic Sports Center Gymnasium, Tiongkok, pada Jumat, 24 Juli 2026.
  • Ini merupakan pertemuan pertama antara Rachel/Febi dengan Li/Luo di turnamen badminton internasional.

RRI.CO.ID, Jakarta – Ganda putri Indonesia, Rachel Allesya Rose/Febi Setianingrum gugur di perempat final China Open 2026. Rachel/Febi kalah dari unggulan ke delapan asal Tiongkok, Li Yi Jing/Luo Xu Min 18-21, 18-21.

Pertandingan berlangsung selama 45 menit di lapangan 1 Olympic Sports Center Gymnasium, Tiongkok, Jumat, 24 Juli 2026. Pertandingan ini merupakan pertemuan pertama Rachel/Febi dengan Li/Luo.

“Tadi kami lebih banyak tertekan. Pengembalian bolanya terlalu tanggung jadi mereka enak buat menyerang kami,” kata Febi dalam keterangan resmi PBSI usai laga, dikutip Sabtu, 25 Juli 2026.

Menurutnya, konsistensi dan kekuatan pukulan menjadi fokus yang perlu dipersiapkan. Terlebih untuk menghadapi Kejuaraan Dunia yang berlangsung Agustus mendatang.

“Setelah ini kami menatap Kejuaraan Dunia pertama kami. Harus meningkatkan lagi konsistennya dan ditambah tenaga pukulannya,” ucapnya.

Sementara itu, Rachel Allessya Rose mengatakan, pada gim pertama, meski lawan kalah angin, mereka tetap mampu memberi tekanan. Hal ini mengakibatkan, pada gim kedua, tenaga Li/Luo semakin menguat karena dibantu angin.

“Di gim pertama posisi mereka kalah angin tapi tekanan serangannya lumayan kencang, padahal itu kesempatan kami untuk mengambil keuntungan. Ketika berbalik di gim kedua, tenaga mereka semakin kuat dan itu menyulitkan kami untuk membalikkan bola dengan bagus,” kata Rachel, mengungkapkan.

Meski kalah, Rachel mengaku banyak belajar dari pengalaman selama mengikuti turnamen di dua minggu terakhir. Kekalahan ini menurutnya merupakan modal perbaikan yang berharga.

“Banyak yang bisa diambil dari pertandingan-pertandingan di dua minggu ini. Dari beberapa kali main, cukup beda-beda pola yang bisa dimainkan, itu nilai positifnya,” katanya.

“Cuma memang ada yang kebaca, ada yang lancar. Ini jadi modal untuk perbaikan ke depan,” ucapnya, seraya melemparkan senyum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....