Membanggakan, Indonesia Kawinkan Emas Panjat Tebing Speed di Chamonix
- 12 Jul 2026 07:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tim panjat tebing Indonesia meraih dua medali emas dan satu medali perak pada World Climbing Series Chamonix.
- Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Veddriq Leonardo menjadi peraih medali emas nomor speed perorangan.
- Antasyafi Robby Al Hilmi melengkapi prestasi Indonesia dengan medali perak speed perorangan putra.
RRI.CO.ID, Chamonix - Membanggakan, Bendera merah putih berkibar, lagu Indonesia Raya dua kali menggema di World Climbing Series Chamonix, Prancis. Tim panjat tebing Indonesia meraih dua medali emas, satu medali perak nomor speed perorangan World Climbing Series Chamonix.

Desak Made Rita Kusuma Dewi mempersembahkan emas dari nomor speed putri, Minggu, 12 Juli 2026 waktu setempat. Sedangkan Veddriq Leonardo dan Antasyafi Robby Al Hilmi memastikan final sesama Indonesia.
Desak Made Rita Kusuma Dewi meraih emas setelah mengalahkan atlet Italia Giulia Randi pada babak final. Sementara Veddriq Leonardo mempersembahkan emas putra, diikuti Robby membawa pulang medali perak nomor speed.
Desak Made tampil konsisten sepanjang pertandingan hingga mencatat kemenangan pertamanya pada seri Chamonix, Prancis. Keberhasilan tersebut melanjutkan koleksian medali emas Desak, yang diraih sepekan sebelumnya pada seri Krakow, Polandia.
Pada final speed putri, Desak mencatat waktu 6,22 detik dan mengungguli Giulia Randi yang membukukan 6,51 detik.Medali perunggu diraih Capucine Viglione 6.41 detik dari Prancis, setelah mengalahkan Isis Rothfork 6.53 detik asal Amerika Serikat.
Desak Made Rita Kusuma Dewi mengungkapkan kegembiraannya,seusai memastikan gelar juara pada seri tersebut. "Malam ini, saya tampil dengan performa terbaik. Saya sangat senang bisa memenangkan medali emas ini untuk negara saya dan tim saya. Dalam benak saya, saya selalu bilang mari lakukan yang terbaik," ujar Desak dalam keterangan kepada RRI.co.id , Minggu, 12 Juli 2026, di Chamonix, Prancis.
Final speed putra mempertemukan Veddriq Leonardo melawan Antasyafi Robby 'sesama atlet Indonesia" dalam laga perebutan medali emas. Hasilnya, Veddriq tampil tercepat dengan waktu 4,89 detik, sedangkan Robby mencatat 5,11 detik.
Medali perunggu speed putra diraih atlet Jepang Ryo Omasa setelah mengalahkan Yicheng Zhao dari Tiongkok. Ryo membukukan waktu 4,701 detik, sedangkan Yicheng menyelesaikan lintasan dalam 4,704 detik.
Veddriq Leonardo menyampaikan rasa syukur setelah meraih medali emas pertamanya sejak keberhasilan pada Olimpiade. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia serta tim atas dukungan selama menjalani kompetisi.
"Saya berasa sangat bersyukur. Apalagi ini medali emas pertama saya usai Olimpiade. Terima kasih atas dukungannya," kata Veddriq Leonardo.
"Saya berusaha dengan maksimal dan ini adalah pencapaian yang nyata. Saya sangat bersyukur dengan pencapaian ini," ungkap dia.
Catatan positif datang dari Asisten Pelatih Speed Fitriyani, apresiasi atas penampilan seluruh atlet Indonesia sepanjang kompetisi berlangsung. Tim hanya menjalani penyesuaian kondisi di Chamonix setelah menyelesaikan seri sebelumnya di Krakow, Polandia.
"Meskipun dengan segala keterbatasan yang ada, para atlet mampu menampilkan yang terbaik. Mereka sudah tampil dengan maksimal dan mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia," kata Fitriyani, Minggu, 12 Juli 2026.
"Kami sangat bangga akan pencapaian ini. Saya juga mengucapkan terima kasih untuk seluruh masyarakat Indonesia yang senantiasa mendoakan kami," ungkap dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....