Para Panahan Indonesia Raih Tiga Medali Perak di Ceko
- 07 Jul 2026 14:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tim nasional para panahan Indonesia berhasil membawa pulang tiga medali perak dari kejuaraan dunia di Republik Ceko.
- Pelatih Idya Putra Harjianto menilai penampilan seluruh atlet di Eropa menjadi tolok ukur menuju Asian Para Games.
- Atlet Ken Swagumilang menargetkan diri untuk menembus babak final pada ajang olahraga terbesar tingkat Asia tersebut.
RRI.CO.ID, Solo - Tim para panahan Indonesia berhasil membawa pulang tiga medali perak dari kejuaraan dunia di Republik Ceko. Prestasi ini menjadi modal penting atlet untuk menghadapi ajang olahraga Asian Para Games 2026 mendatang.
Atlet Ken Swagumilang menyumbang dua medali perak pada nomor perorangan serta beregu campuran compound. Satu medali perak lainnya diperoleh pasangan Kholidin dan Noviera Ross pada nomor mixed team recurve.
Pelatih Para Panahan Indonesia, Idya Putra Harjianto, mengapresiasi kerja keras seluruh atlet selama bertanding di Eropa. Turnamen Hyundai World Archery Para Series 2026 tersebut digelar pada 29 Juni sampai 4 Juli 2026.
"Alhamdulillah kita bisa lolos (hingga final) di tiga nomor Paralympic. Kita lolos di nomor recurve mixed team, compound mixed team dan individual compound. Tentu hasil dari kejuaraan inilah yang akan menjadi tolok ukur kita kedepannya menuju Asian Para Games dan Paralympic Los Angeles," kata Idya pada Selasa, 7 Juli 2026.
Ia menjelaskan bahwa tiupan angin kencang di arena pertandingan menjadi tantangan besar bagi para atlet. Adaptasi panggung yang belum maksimal menyebabkan adanya perbedaan performa atlet pada setiap babak kualifikasi.
"Sebagai evaluasi, kedepannya kami akan memperbanyak alternate shoot di momen-momen latihan atau masa pra kompetisi, agar mereka siap ketika one by one dengan lawan di panggung altered shoot," ucap Idya.
Ia menilai tim dari India dan Korea Selatan masih menjadi kompetitor terberat bagi skuad Indonesia. Indonesia sendiri menempati peringkat kelima bersama Korea Selatan dan tuan rumah Republik Ceko tersebut.
"Inilah yang kami tunggu karena India dan Korea bertanding dengan kekuatan penuh. Penampilan di sini bisa menjadi tolok ukur menuju Asian Para Games, meskipun sebenarnya kami juga ingin melihat Iran dan China. Tetapi mungkin ada kendala di negaranya masing-masing sehingga kedua tim tidak hadir di sini," ujar Idya.
Ia menambahkan bahwa atlet National Paralympic Committee (NPC) Indonesia telah mengantongi tiket untuk berlaga. Sementara itu, India berhasil menduduki posisi pertama sebagai juara umum pada turnamen internasional tersebut.
"Kita sudah melewati MQS dan seharusnya kita sudah lolos tujuh tiket menuju Asian Para Games. Perhitungan ranking akan ditutup bulan Juli ini," ucap Idya.
Atlet para panahan asal Sidoarjo, Ken Swagumilang, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian prestasi tersebut. Tim Indonesia rencananya akan bertolak mengikuti kejuaraan dunia di Ahmedabad, India, pada September mendatang.
"Persaingan di event kali ini juga mulai terasa berat. Selain karena ada banyak atlet-atlet baru yang memiliki kualitas mumpuni, atlet-atlet lama juga mulai menemukan performa terbaiknya," ucap Ken Swagumilang.
Ia kini mulai memfokuskan diri untuk menghadapi persaingan ketat dalam ajang olahraga tingkat Asia. Atlet berprestasi tersebut telah mempersiapkan program latihan khusus guna meraih target pribadi pada ajang besar.
"Saya yakin bisa sampai ke final Asian Para Games. Kalau untuk Paralympic, yang penting bisa lolos terlebih dahulu. Setelah itu baru direncanakan dan diprogramkan untuk targetnya sampai ke fase apa," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....