Indonesia Raih Enam Medali di Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026

  • 06 Apr 2026 03:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tim nasional Indonesia berhasil memenangkan tiga medali emas pada kejuaraan panahan dunia di Bangkok, Thailand.
  • Pemanah debutan bernama Riyanti Ananda sukses memborong dua medali emas saat melakukan debut resminya pada kompetisi internasional.
  • National Paralympic Committee Indonesia meningkatkan persaingan internal para atlet demi memperkuat mentalitas saat bertanding di tingkat dunia.

RRI.CO.ID, Bangkok - Tim nasional para panahan Indonesia berhasil meraih enam medali pada ajang kejuaraan dunia di Bangkok, Thailand. Kontingen Garuda membawa pulang tiga medali emas dan satu perak serta dua perunggu selama mengikuti turnamen tersebut.

Hasil membanggakan tersebut menempatkan Indonesia pada posisi kedua klasemen akhir di bawah tim kuat asal negara India. Perolehan medali pada kejuaraan bertajuk World Archery Para Series itu berakhir pada hari Sabtu, 4 April 2026.

Atlet debutan asal Kalimantan Selatan Riyanti Ananda menjadi bintang kemenangan bagi tim Merah Putih dalam kompetisi itu. Riyanti sukses memenangkan medali emas nomor beregu recurve putri bersama atlet berpengalaman Noviera Ross

"Bila berbicara target awal, sebenarnya nomor yang kita targetkan malah tidak tercapai. Kita kalah dari China Taipei di nomor double men recurve. Tetapi kita bisa mendapatkan tiga emas dari nomor yang sebelumnya tidak kita prediksikan. Mixed team recurve targetnya perunggu, double women recurve target perak dan mixed team compound target perunggu, tetapi bisa dapat emas," kata Rameez Ali Surya Negara selaku pelatih tim nasional para panahan Indonesia, Minggu, 5 April 2026.

Pemanah senior Kholidin turut menyumbang medali emas setelah mengalahkan peraih medali emas Paralimpiade Paris yakni Singh Harvinder. Ia mendapatkan medali tertinggi itu saat bersaing ketat pada kategori individu recurve men open di ajang internasional.

Sementara itu pasangan Arif Firmansyah dan Teodora Audi Ayudia Ferelly mampu menyumbang satu medali perak nomor campuran. Indonesia juga mengamankan dua medali perunggu melalui Setiawan serta Riyanti Ananda pada nomor individu di turnamen tersebut.

National Paralympic Committee (NPC) Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap proses latihan bagi semua atlet pemusatan latihan nasional. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membiayai penambahan atlet dalam sistem kompetisi internal yang sangat ketat di sana.

"Perubahan sistem kompetisi internal ini menciptakan mental atlet yang lebih kuat. Yang tadinya mungkin merasa nyaman, dengan sistem yang sekarang mereka ada pacuan tersendiri. Sistem ini terbukti efektif di event pertama setelah adanya perubahan sistem kompetisi internal," ujar Rameez Ali.

Secara khusus tim pelatih memberikan pujian tinggi kepada Riyanti Ananda karena ia tampil sangat tenang saat membidik. Ia tercatat baru bergabung dengan tim pelatihan nasional Indonesia pada bulan Agustus 2025 namun prestasinya sangat luar biasa.

"Alhamdulillah, sangat bahagia dan bersyukur. Ini medali pertama saya di event internasional. Terima kasih kepada tim pelatih, NPC Indonesia dan teman-teman semua. Tanpa bantuan mereka, saya tidak akan bisa sampai sejauh ini," ucap Riyanti Ananda.

Raihan medali tersebut menjadi motivasi bagi atlet Indonesia dalam upaya meraih tiket Paralimpiade Los Angeles pada tahun 2028. Para pemanah berharap keberhasilan itu menjadi pijakan bagus untuk menghadapi ajang Asian Para Games tahun 2026 yang mendatang.

"Rasanya sangat luar biasa sekali bisa mengalahkan Singh yang notabene peraih medali emas Paralympic Paris," katanya.

Skuad Indonesia akan bertolak menuju negara Republik Ceko untuk mengikuti ajang internasional lainnya pada bulan Juni tahun 2026. Pihak ofisial masih mempertimbangkan kondisi keamanan kawasan Timur Tengah karena tim nasional harus melakukan proses transit tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....